Anies: Jakarta Jadi Perhatian, Partai Tak Akan Main-main Calonkan Nama Wagub DKI

Kompas.com - 31/08/2018, 22:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta International Baseball Area di Rawamangun, Jumat (31/8/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta International Baseball Area di Rawamangun, Jumat (31/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempercayakan kandidat wakil gubernur kepada partai pengusungnya, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Anies menyatakan, kedua partai tersebut tentu tidak akan sembarangan dalam menentukan kandidat.

"Siapa pun diajukan di partai politik, saya percaya partai politik sudah mempertimbangkan matang. Jakarta akan jadi perhatian, karena itu partai tidak akan main-main di dalam mencalonkan nama," ujar Anies, di kawasan Rawamangun, Jumat (31/8/2018).

Baca juga: Ahmad Syaikhu Bersyukur Banyak yang Dukung Dirinya Jadi Wagub DKI

Anies mengaku, tidak terlibat memberi usulan terkait pengganti posisi Sandiaga Uno itu. Dia siap bekerja sama dengan siapa pun yang ditentukan oleh partai.

Namun, dia yakin partai politik juga akan berkomunikasi dengannya dalam menentukan kandidat wagub.

"Meski secara resmi tidak ada kewajiban, pasti mereka komunikasi," ujar Anies.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anies mengatakan, saat ini parpol sedang disibukan dengan banyak hal. Selain mengurus proses pemilihan presiden, parpol juga menjalani proses pemilihan legislatif.

Oleh karena itu, pembahasan mengenai wakil gubernur DKI belum terlalu intens.

Baca juga: Aher, Mardani, hingga Ahmad Syaikhu Masuk Bursa Kandidat Wagub DKI dari PKS

Namun, pada dasarnya, kata Anies, partai pengusungnya tetap menunggu Keputusan Presiden terlebih dahulu.

Setelah Keppres tentang pemberhentian Sandiaga sebagai wagub keluar, partai langsung mengurus penggantinya.

"Mereka enggak bisa mengajukan nama sebelum ada ketetapan dari Presiden bahwa pengunduran diri Pak Sandiaga Uno dinyatakan sah," kata Anies.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bima Arya Usul Warga Bogor yang Bekerja di Jakarta Dapat Prioritas WFH

Bima Arya Usul Warga Bogor yang Bekerja di Jakarta Dapat Prioritas WFH

Megapolitan
Sejarah Lidah Api Monas, Dibalur Puluhan Kilogram Emas Hasil Sumbangan Saudagar Aceh

Sejarah Lidah Api Monas, Dibalur Puluhan Kilogram Emas Hasil Sumbangan Saudagar Aceh

Megapolitan
Mulai Hari Ini, IGD RS Fatmawati Tak Lagi Terima Pasien Non-Covid-19

Mulai Hari Ini, IGD RS Fatmawati Tak Lagi Terima Pasien Non-Covid-19

Megapolitan
29.000 Warga Jaktim Jadi Sasaran Vaksinasi Setiap Hari demi Tercapai Kekebalan Komunal

29.000 Warga Jaktim Jadi Sasaran Vaksinasi Setiap Hari demi Tercapai Kekebalan Komunal

Megapolitan
Kapolri hingga Menkes Datangi Kampung Lockdown, Tanyakan Awal Kasus Covid-19 di Gandaria Selatan

Kapolri hingga Menkes Datangi Kampung Lockdown, Tanyakan Awal Kasus Covid-19 di Gandaria Selatan

Megapolitan
[GRAFIK] 639 Kasus Baru Hari Ini, Pasien Covid-19 Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama

[GRAFIK] 639 Kasus Baru Hari Ini, Pasien Covid-19 Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama

Megapolitan
Tes Acak di 4 Stasiun KRL Pagi Ini, 5 Orang Reaktif Covid-19

Tes Acak di 4 Stasiun KRL Pagi Ini, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Rabu Besok, 6.000 Warga Usia 18 Tahun ke Atas Bakal Divaksinasi di Puspemkot Tangerang

Rabu Besok, 6.000 Warga Usia 18 Tahun ke Atas Bakal Divaksinasi di Puspemkot Tangerang

Megapolitan
Ini Syarat dan Cara Mendonasikan Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19 Bergejala Berat hingga Kritis

Ini Syarat dan Cara Mendonasikan Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19 Bergejala Berat hingga Kritis

Megapolitan
Kapolres Jakpus Koreksi Dinkes DKI soal Zona Merah di Rawasari

Kapolres Jakpus Koreksi Dinkes DKI soal Zona Merah di Rawasari

Megapolitan
Didatangi Orangtua Siswa yang Keluhkan Situs PPDB Eror, SMAN 1 Tangerang: Kami Minta Sabar

Didatangi Orangtua Siswa yang Keluhkan Situs PPDB Eror, SMAN 1 Tangerang: Kami Minta Sabar

Megapolitan
Kasudinkes: Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim di Atas 1.000 dalam 5 Hari Terakhir

Kasudinkes: Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim di Atas 1.000 dalam 5 Hari Terakhir

Megapolitan
Jenazah Korban Covid-19 di Sunter Tergeletak di Depan Rumah, Warga Tak Berani Pindahkan

Jenazah Korban Covid-19 di Sunter Tergeletak di Depan Rumah, Warga Tak Berani Pindahkan

Megapolitan
8.000 Orang Bakal Ikut Vaksinasi Massal di Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Targetkan Selesai 3 Jam

8.000 Orang Bakal Ikut Vaksinasi Massal di Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Targetkan Selesai 3 Jam

Megapolitan
Ketua Komisi A Sebut Pemprov DKI Ogah Perketat PSBB karena Pendapatan Rendah

Ketua Komisi A Sebut Pemprov DKI Ogah Perketat PSBB karena Pendapatan Rendah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X