Rupiah Melemah, Perajin Tempe di Bekasi Mengeluh

Kompas.com - 05/09/2018, 16:40 WIB
Perajin tempe di Kota Bekasi terpaksa kurangi keuntungan pasca menguatnya matau uang dollar terhadap rupiah, Rabu (5/9/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVIPerajin tempe di Kota Bekasi terpaksa kurangi keuntungan pasca menguatnya matau uang dollar terhadap rupiah, Rabu (5/9/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Menguatnya nilai tukar dollar Amerika Serikat terhadap rupiah membuat perajin tempe di Kota Bekasi, Jawa Barat, harus mengurangi keuntungan penjualannya.

"Saya ambil contoh kalau biasanya untung Rp 50.000 sekarang jadi Rp 40.000, karena harga kedelai mahal," kata Misdar (53), salah satu perajin tempe di Gang Mawar 6, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/9/2018).

Dia mengatakan, mahalnya harga bahan baku tempe yakni kacang kedelai merupakan imbas dari menguatnya kurs dollar terhadap rupiah, sebab kacang kedelai yang digunakannya impor dari Amerika.

Baca juga: IHSG Ditutup Anjlok 221 Poin, Rupiah Melemah Tipis

"(Harga) kacang kedelai merangkak naik, sudah mulai terasa, agak mahalan sekarang," ujarnya. 

Misdar berharap harga kacang kedelai bisa tetap stabil agar dia tidak perlu mengurangi keuntungan dari penjualan tempenya.

"Saat ini, harga kacang kedelai Rp 760.000 per kuintal, naik terus harganya. Waktu itu sempat termurah Rp 670.000 per kuintal, kalau bisa ada pertolongan biar harga enggak naik terus, soalnya kalau dollar naik, kan, harga juga ikut naik," tutur Misdar.

Baca juga: Pengamat : Rupiah Anjlok Karena Tekanan Global

Meski demikian, pihaknya tidak mengurangi takaran kacang kedelai untuk membuat tempe. Dia tetap menghabiskan 80 kilogram kacang kedelai per harinya.

"Tetap kami enggak kurangi, panjangnya tetap, tebalnya tetap, walaupun harga kedelai mahal, takut dikomplain sama pelanggan kalau kami kurangi ukuran atau isinya," ucapnya.

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan hingga sempat menyentuh level Rp 15.000 per dollar AS pada Selasa (4/9/2018) kemarin.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Megapolitan
Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Megapolitan
Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Megapolitan
Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Megapolitan
Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Megapolitan
Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Megapolitan
Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Megapolitan
Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Megapolitan
Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Megapolitan
UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

Megapolitan
Warga Berjemur di TPU Prumpung demi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Warga Berjemur di TPU Prumpung demi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X