Kecamatan Cilincing 2 Kali Tangkap Tangan Truk Buang Limbah di KBT

Kompas.com - 07/09/2018, 17:24 WIB
Truk tangki berwarna kuning yang tertangkap tangan tengah membuang limbah berupa endapan lumpur ke lahan hijau di dekat aliran Kanal Banjir Timur, Marunda, Jumat (7/9/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DTruk tangki berwarna kuning yang tertangkap tangan tengah membuang limbah berupa endapan lumpur ke lahan hijau di dekat aliran Kanal Banjir Timur, Marunda, Jumat (7/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Truk tangki berpelat nomor B 9082 FNA yang tertangkap tangan membuang limbah di dekat Kanal Banjir Timur rupanya sudah dua kali melakukan aksinya.

Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan dan Lingkungan Kecamatan Cilincing Tien Septimar mengatakan, truk itu pernah terekam membuang limbah di lokasi yang sama pada Agustus 2018.

"Ini bukan pertama kali mobil yang sama, ini sudah dua kali ketangkap, tetapi waktu yang pertama dia lolos, kalau yang sekali ini ketangkep tangan," kata Tien di kantornya, Jakarta Utara, Jumat (7/9/2018).

Baca juga: Sebuah Truk Ditangkap Saat Buang Limbah Dekat KBT

Saat pertama kali truk tersebut ketahuan membuang lumpur, pihaknya tidak berani langsung menindak.

Pasalnya, saat itu ia mengira penindakan tangkap tangan wewenang Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. 

"Tapi setelah koordinasi dengan Pak Mahmudin dari Dinas LH, kalau ada seperti itu langsung tangkap tangan dan kami koordinasi tadi langsung dan petugasnya datang semua," ujar Tien.

Baca juga: Nama-nama Korban Truk Brimob yang Terguling di Mojokerto

Diberitakan sebelumnya, truk tersebut terciduk tengah membuang limbah berupa endapan lumpur di lahan hijau di dekat aliran Kanal Banjir Timur, Jumat siang.

Limbah tersebut disebut sempat menimbulkan bau menyengat yang membuat pernapasan sesak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MRT Jakarta Hadirkan Anjing Pelacak di Stasiun untuk Lacak Benda-Benda Mencurigakan

MRT Jakarta Hadirkan Anjing Pelacak di Stasiun untuk Lacak Benda-Benda Mencurigakan

Megapolitan
Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Megapolitan
PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

Megapolitan
RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

Megapolitan
Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Megapolitan
PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

Megapolitan
DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

Megapolitan
Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Megapolitan
Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Megapolitan
WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

Megapolitan
Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Megapolitan
Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Megapolitan
Mengenal GrabWheels, Satu Wujud dari Tranportasi Pintar di Indonesia

Mengenal GrabWheels, Satu Wujud dari Tranportasi Pintar di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X