Pengelola Siapkan Lapangan Sepak Bola Baru di Kawasan GBK

Kompas.com - 07/09/2018, 21:05 WIB
Jelang diresmikan Presiden Joko Widodo, Stadion Utama GBK Senayan diguyur hujan, Minggu (14/1/2018).Arimbi Ramadhiani/Kompas.com Jelang diresmikan Presiden Joko Widodo, Stadion Utama GBK Senayan diguyur hujan, Minggu (14/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola Gelora Bung Karno (GBK) sedang menyiapkan sebuah lapangan sepak bola baru yang akan dibuka untuk umum.

Lapangan tersebut bersebelahan dengan Lapangan Panahan di dalam arena GBK.

Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks (PPK) Gelora Bung Karno (GBK) Winarto mengatakan, lapangan itu menggunakan jenis rumput Zoysia Matrella Lynn Merr yang sebelumnya dipakai di Stadion Utama GBK.

Baca juga: Go-Food Festival di GBK Akan Beroperasi Kembali Akhir September


"Rumput yang dulu di SUGBK sudah kami kupas, gulung dan tumbuh subur di sebelah Lapangan Panahan. Di sebelah Panahan sudah jadi bagus," ujar Winarto kepada Kompas.com, Jumat (7/9/2018).

"Jadi ada tempat satu lagi yang baru, yang bisa dipakai untuk bola. Karena bola memang banyak penggemarnya. Di kawasan GBK ini kami tambahin tempat main bolanya," sambung dia.

Winarto menambahkan, lapangan itu belum dibuka untuk umum karena pengelola sedang mempersiapkan gawang yang akan dipasang di lapangan itu.

Baca juga: BERITA POPULER JABODETABEK: Viral Polisi Menyerobot, OK OCE Mart, hingga Stadion Utama GBK Senayan

Ia berharap lapangan itu bisa digunakan masyarakat umum untuk berbagai kegiatan seperti sepak bola atau acara kesenian lainnya.

"Bisa digunakan untuk sepak bola dan ukurannya juga sudah mencukupi. Sekarang kami sedang melengkapi dengan gawang supaya bisa segera dipakai," tutur Winarto.

"Jadi konsep multifungsi dan multi-purpose itu harus kami jalankan supaya aktivitas di GBK makin ramai," sambungnya.

Baca juga: Mengenal Rumput Zeon Zoysia, Jenis Rumput Terbaik yang Dipasang di Stadion GBK

Sebelumnya, pengelola GBK mengganti rumput di SUGBK ke jenis rumput terbaru yakni Zeon Zoysia yang diklaim sebagai jenis rumput terbaik di dunia dengan biaya perawatan terjangkau.

Rumput tersebut berasal dari Amerika Serikat, tetapi telah dibibit di Thailand sebelum dikirim ke Indonesia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Megapolitan
Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Megapolitan
Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Megapolitan
Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Megapolitan
Close Ads X