Perjuangan Relawan CAP Membangun Kembali Kampung Akuarium...

Kompas.com - 08/09/2018, 18:28 WIB
Suasana di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang  bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah. MAULANA MAHARDHIKASuasana di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembangunan kembali Kampung Akuarium di Jakarta Utara tak terlepas dari perjuangan para relawan program Community Action Plan (CAP).

CAP atau perencanaan tindak komunitas merupakan sebuah program yang dibentuk Pemrov DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas permukiman kampung di Ibu Kota.

Koordinator CAP Kampung Akuarium, Dharma Diani mengatakan, sebagai relawan CAP, butuh  kesabaran serta kegigihan untuk memperjuangkan agar Kampung Akuarium kembali dibangun.

Hal itu termasuk memberikan pemahaman kepada warga.

"Enggak mudah. Pemahaman warga kan 'Apaan sih, enggak ngerti, atau ya udah lah terima beres aja'. Kami enggak tertutup bahwa ada hal itu, tapi kami enggak boleh nyerah ya," ujar Dharma saat berbincang dengan Kompas.com, di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Sabtu (8/9/2018).

Baca juga: Pemprov DKI Kembali Aktifkan KTP Warga Kampung Akuarium

Untuk menjalankan program CAP di Kampung Akuarium, dipilih satu orang koordinator wilayah dengan tim yang terdiri dari 10 orang.

Setiap tim kerja mengoordinatori beberapa kepala keluarga.

Dharma mengatakan, bagi relawan CAP, memberikan pemahaman kepada warga merupakan salah satu tantangan.

Adapun pemahaman yang harus disampaikan yaitu terkait aturan serta hak dan kewajiban warga sebagai warga yang meninggali sebuah kampung yang sangat berdekatan dengan cagar budaya.

Dharma mengatakan, pihaknya dibantu Pemprov DKI Jakarta mendatangkan para konsultan yang mengajarkan dan memberikan pemahaman terkait tata ruang, serta aturan-aturan yang berlaku.

"Warga dilibatkan, misalnya mau bangun seperti apa, untuk kondisi lahan berapa persen taman, untuk jalan dan hunian. Terus ada fasilitas umum, hal seperti itu yang kami kasih tahu," ujar Dharma.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X