Demo Sempat Ricuh, Massa Pengemudi Grab Membubarkan Diri

Kompas.com - 10/09/2018, 18:20 WIB
Pengemudi transportasi online yang tergabung di bawah komunitas Gerakan Hantam Aplikasi Nakal (Gerhana) hendak membubarkan diri dari aksi di depan Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARPengemudi transportasi online yang tergabung di bawah komunitas Gerakan Hantam Aplikasi Nakal (Gerhana) hendak membubarkan diri dari aksi di depan Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadi kericuhan dalam aksi demonstrasi di kantor perusahaan aplikasi Grab, Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018).

Provokasi pertama terjadi ketika rekan seorang demonstran mengaku dilecehkan anggota polisi.

Pada saat bersamaan, sebuah motor melintas dengan suara gas nyaring menembus mobil demonstran dan mobil komando di Jalan Perbanas.

Baca juga: Massa Pengemudi Grab Kesal Petinggi Perusahaan Itu Tak Temui Mereka

Sontak, para demonstran berlari mengejarnya. Beruntung, polisi menghalau aksi itu.

Beberapa saat kemudian, massa yang tersulut emosi kembali ke halaman Gedung Lippo Kuningan.

Mereka memaksa masuk gedung hingga anggota polisi memukul mundur dengan bambu. Beberapa demonstran dan polisi terkena pukulan itu.

Baca juga: Pengemudi Transportasi Online Tolak Eksploitasi oleh Grab

Usai aksi saling dorong, seorang demonstran mengaku kehilangan ponselnya.

Akhirnya pada pukul 17.30, massa membubarkan diri dengan tertib. 

"Kami menyayangkan adanya insiden, ada pelecehan yang dialami pasangan dari kawan kami yang ikut demo, ada provokasi hingga anggota kami terpancing, ada insiden pemukulan kepada rekan kami. Menurut kami harusnya ini tidak terjadi," kata Dedi Heriyantoni, perwakilan massa di lokasi, Senin.

Baca juga: Pengemudi Transportasi Online Demo Grab

Selain itu, Dedi juga mengaku kecewa lantaran Managing Director Grab Ridzki Kramadibrata tidak kunjung menemui massa yang berunjuk rasa sejak pagi.

"Kami menyatakan rasa kecewa dan marah luar biasa. Perjuangan kami tidak akan pernah berhenti," ujar Dedi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X