Pemprov DKI: TPU Tak Boleh Dijadikan Tempat Hajatan

Kompas.com - 11/09/2018, 15:12 WIB
Panggung hajatan sunatan yang viral di media sosial karena letaknya berdekatan dengan area TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (10/9/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVIPanggung hajatan sunatan yang viral di media sosial karena letaknya berdekatan dengan area TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (10/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta melarang warga menggelar hajat di Tempat Pemakaman Umum ( TPU).

"Ada larangannya di Perda Ketertiban Umum dan Perda Pemakaman," kata Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta, Djafar Muchlisin, Selasa (11/9/2018).

Pasal 42 Perda Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pemakaman menyebut, "Setiap ahli waris dan/atau pihak yang bertanggungjawab memakamkan jenazah dilarang mendirikan, memasang, menempatkan, menggantungkan benda apapun di atas atau di dalam petak tanah makam serta yang dapat memisahkan makam yang satu dengan yang lain, kecuali plakat makam dan lambang pahlawan".

Baca juga: Viral, Video Warga Gelar Hajatan dan Dangdutan di Area Pemakaman

Adapun di Perda Nomor 7 Tahun 2008 tentang Ketertiban Umum, juga melarang sipapa pun memasuki atau berada di jalur hijau atau aman yang bukan untuk umum. Begitu pula kegiatan hiburan dilarang diselenggarakan tanpa seizin pejabat.

Djafar mengatakan, kegiatan pesta sebenarnya bisa diselenggarakan di ruang publik terpadu amah anak (RPTRA).

"Sebenarnya kalau mau menggelar acara, itu di taman-taman kita, di RTH itu boleh saja asal sudah mendapat izin," kata Djafar.

Izin yang dimaksud bisa diurus di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kelurahan masing-masing. Djafar meminta agar warga memanfaatkan taman alih-alih TPU.

Baca juga: Sarana Publik seperti Jalan hingga Pemakaman Dipakai Hajatan, Ini Kata Sosiolog

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan panggung dangdutan digelar di area TPU, ramai dibicarakan di media sosial.

Terlihat sekelompok grup musik dangdut, yang terdiri dari pemain organ, kendang, seruling, dan seorang biduan, membawakan lagu di atas panggung yang berhadapan langsung dengan petak-petak pemakaman.

Dua buah speaker besar yang terpasang di samping kanan dan kiri panggung semakin memeriahkan suasana.

Peristiwa itu terjadi pemakaman umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 25 Oktober: Tangsel Zona Merah, Kota Tangerang Zona Oranye

UPDATE 25 Oktober: Tangsel Zona Merah, Kota Tangerang Zona Oranye

Megapolitan
Tinjau Lokasi Banjir, Bima Arya Minta Proses Normalisasi Dipercepat

Tinjau Lokasi Banjir, Bima Arya Minta Proses Normalisasi Dipercepat

Megapolitan
Banjir Landa Perumahan Griya Cimanggu Indah Bogor, Ada yang Menolak Dievakuasi

Banjir Landa Perumahan Griya Cimanggu Indah Bogor, Ada yang Menolak Dievakuasi

Megapolitan
Pengunjung Bioskop Belum Banyak, CGV: Kan Masih Berjalan...

Pengunjung Bioskop Belum Banyak, CGV: Kan Masih Berjalan...

Megapolitan
Banjir, 346 Jiwa Warga Bekasi Jaya Mengungsi

Banjir, 346 Jiwa Warga Bekasi Jaya Mengungsi

Megapolitan
Kabel Listrik Bawah Tanah Depan Masjid Istiqlal Terbakar

Kabel Listrik Bawah Tanah Depan Masjid Istiqlal Terbakar

Megapolitan
Hingga Minggu Petang, 20 RT di Jakarta Masih Kebanjiran

Hingga Minggu Petang, 20 RT di Jakarta Masih Kebanjiran

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: 12.012 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.164 Orang Meninggal

UPDATE 25 Oktober: 12.012 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.164 Orang Meninggal

Megapolitan
Satpol PP Tangsel Rekomendasikan Pencabutan Izin 4 Griya Pijat Pelanggar PSBB

Satpol PP Tangsel Rekomendasikan Pencabutan Izin 4 Griya Pijat Pelanggar PSBB

Megapolitan
9 Kelurahan di Kota Bekasi Terdampak Banjir, Ini Rinciannya

9 Kelurahan di Kota Bekasi Terdampak Banjir, Ini Rinciannya

Megapolitan
Jelang Libur Panjang, Antrean Rapid Test di Stasiun Pasar Senen dan Gambir Padat

Jelang Libur Panjang, Antrean Rapid Test di Stasiun Pasar Senen dan Gambir Padat

Megapolitan
KAI Catat Lonjakan Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh untuk 27 dan 28 Oktober

KAI Catat Lonjakan Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh untuk 27 dan 28 Oktober

Megapolitan
Denda Pelanggar PSBB di Jakarta Terkumpul Rp 4,9 Miliar

Denda Pelanggar PSBB di Jakarta Terkumpul Rp 4,9 Miliar

Megapolitan
Satpol PP Sebut Warga Ibu Kota Makin Taat Kenakan Masker

Satpol PP Sebut Warga Ibu Kota Makin Taat Kenakan Masker

Megapolitan
Kebakaran di Basement Pasaraya Manggarai, Petugas Sempat Kesulitan karena Asap Tebal

Kebakaran di Basement Pasaraya Manggarai, Petugas Sempat Kesulitan karena Asap Tebal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X