Pemprov DKI Batal Tambah PPSU di RW Kumuh

Kompas.com - 11/09/2018, 20:42 WIB
Petugas PPSU mengikuti tes urine yang diselenggarakan BNN Kota Jakarta Utara, Kamis (2/8/2018). Dokumentasi/BNN Kota Jakarta UtaraPetugas PPSU mengikuti tes urine yang diselenggarakan BNN Kota Jakarta Utara, Kamis (2/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta batal menambah anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum ( PPSU) di akhir 2018 ini.

Penambahan ini tadinya akan dibebankan pada APBD Perubahan 2018 yang tengah dibahas.

"Anggarannya ditolak DPRD, tidak ada penambahan," kata Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lasari, Selasa (11/9/2018).

Penambahan anggota ditujukan untuk lingkungan yang tergolong kumuh yang ada di 69 kelurahan.

Baca juga: Petugas PPSU Berkali-kali Melihat Kemunculan Buaya di Kali Grogol

 

Pemprov DKI Jakarta mencatat, adanya 445 RW kumuh dengan kategori kumuh berat, kumuh sedang, dan kumuh ringan.

Penambahan ini di luar anggota PPSU yang sudah ada.

Sebelum ditolak di rapat Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafond Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) oleh Badan Anggaran (Banggar), Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Syarif mengatakan, usulan itu telah lebih dulu ditolak di komisinya.

Baca juga: Bersihkan Selokan, PPSU Jakarta Timur Temukan Bungkusan Diduga Ganja

"Karena apa yang sudah dijelaskan tidak bisa, karena ada yang kumuh dan tidak kumuh, seperti ada perbedaan perlakuan ke masyarakat," kata Syarief.

Dengan ditolaknya penambahan anggota PPSU, Premi menambahkan, pihaknya akan berupaya meningkatkan kesadaran warga di lingkungan kumuh untuk sama-sama menjaga lingkungannya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan Ratusan Butir Narkoba dari Tangan Penyuplai Vitalia Sesha

Polisi Amankan Ratusan Butir Narkoba dari Tangan Penyuplai Vitalia Sesha

Megapolitan
Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Megapolitan
WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

Megapolitan
Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Megapolitan
Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Megapolitan
Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Megapolitan
188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

Megapolitan
Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Megapolitan
Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Megapolitan
Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Megapolitan
Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Megapolitan
Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Megapolitan
Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Megapolitan
Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X