Petugas PDAM Temukan Mayat Bayi Terbungkus Mukena di Rumah Kosong

Kompas.com - 12/09/2018, 18:27 WIB
ilustrasi bayi. (Getty Images via BBC) ilustrasi bayi. (Getty Images via BBC)

DEPOK, KOMPAS.com - Dua petugas PDAM menemukan mayat bayi terbungkus mukena di teras rumah kosong di Jalan Tifa V, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/9/2018) siang.

Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati mengatakan, petugas menemukan mayat bayi saat mereka hendak mengecek meteran di sana. 

"Pada saat ingin ngecek meteran PDAM, dua orang saksi, Indra dan Rizal yang merupakan petugas PDAM mencium bau menyengat di depan rumah kosong," ujar Bronet, Rabu (12/9/2018).

Baca juga: Seorang Petani Temukan Mayat Bayi di Toilet Masjid

Setelah itu, Indra dan Rizal langsung melaporkannya kepada pimpinan mereka.

Selain itu, mereka juga melaporkan hal ini kepada warga dan diteruskan ke Polsek Sukmajaya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bayi ditaruh di rumah kosong dengan harapan ada warga yang mengambil. 

Baca juga: Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Pantai Parangkusumo

"Dia (pelaku) kira ada yang ambil kali kalau diletakkan depan teras rumah kosong ini. Namun saat kami minta keterangan dari warga sekitar lokasi kejadian, mereka tidak mendengar suara tangisan bayi ini," ucap Bronet.

Pihaknya sulit mengidentifikasi jenis kelamin bayi karena kondisinya sudah membusuk. 

"Kemungkinan bayi ini masih berumur tiga hari ketika dibuang. Untuk sekarang, kami masih selidiki siapa orangtua bayi ini," ujarnya. 

Baca juga: Mayat Bayi Depan Tong Sampah Sebuah SD Hebohkan Warga Mamasa

Garis polisi telah dipasang di lokasi kejadian untuk penyelidikan lebih lanjut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

Megapolitan
Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X