Langgar Aturan, Spanduk Bermuatan Politik di Kelapa Gading Diturunkan

Kompas.com - 12/09/2018, 19:02 WIB
Petugas menurunkan spanduk dalam operasi penertiban di Kelapa Gading, Rabu (12/9/2018).Dokumentasi/Kecamatan Kelapa Gading Petugas menurunkan spanduk dalam operasi penertiban di Kelapa Gading, Rabu (12/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 20 spanduk di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dicopot petugas gabungan dalam operasi penertiban pada Rabu (12/9/2018).

Camat Kelapa Gading Manson Sinaga mengatakan, beberapa spanduk yang diturunkan merupakan spanduk-spanduk bermuatan politik.

"Semua, enggak hanya spanduk yang politik, spanduk umum juga ditertibkan," kata Manson kepada wartawan, Rabu (12/9/2018).

Baca juga: Aksi Kamisan Bentangkan Spanduk Berisi Pernyataan Hendropriyono, SBY, hingga Jokowi

Manson menuturkan, spanduk-spanduk itu dicopot karena dipasang di fasilitas umum. Pencopotan juga didorong petugas Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

"Lokasinya pada umumnya di pagar, ada juga di tiang atas trotoar dan fasilitas umum. Makanya tim terpadu ada juga dari Panwaslu, sesuai petunjuk Panwaslu juga ditertibkan (spanduk) yang tidak sesuai aturan pemilu," ujar Manson.

Seusai penertiban hari ini, Manson menjanjikan pengawasan ketat supaya spanduk tersebut tidak lagi dipasang, khususnya spanduk bermuatan politik.

Baca juga: PSI Merasa Dirugikan dengan Munculnya Spanduk Partai Itu di Pagar Bawaslu

Adapun petugas-petugas yang dikerahkan pada penertiban hari ini terdiri dari Satpol PP, TNI, polisi, dan Panwaslu.

Operasi itu dilakukan di beberapa titik keramaian seperti Bundaran La Piazza, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Boulevard Timur, Jakarta Utara.



Terkini Lainnya

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Megapolitan
Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Edukasi
Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Regional
Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Megapolitan
Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Nasional
Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Regional
Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Internasional
Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Megapolitan
Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Megapolitan
Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Nasional
Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Regional
Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Megapolitan
Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Nasional
Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Megapolitan
Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Megapolitan

Close Ads X