Taufik: Mending Duitnya Jadi Silpa daripada buat BUMD... - Kompas.com

Taufik: Mending Duitnya Jadi Silpa daripada buat BUMD...

Kompas.com - 12/09/2018, 22:00 WIB
Politikus Partai Gerindra Mohamad Taufik mendatangi mediasi hari kedua penyelesaian sengketa antata dirinya dan KPU DKI Jakarta di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Senin (20/8/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Politikus Partai Gerindra Mohamad Taufik mendatangi mediasi hari kedua penyelesaian sengketa antata dirinya dan KPU DKI Jakarta di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Senin (20/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik memastikan penyertaan modal daerah (PMD) untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak akan diberikan.

Meskipun dalam pembahasan tingkat komisi, beberapa BUMD disetujui pengajuan PMD-nya.

"PMD saya tetap berpendapat enggak perlu. Masa APBD mau ditaruh di PMD semua? Mending duitnya jadi silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) daripada ditaruh di BUMD," ujar Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Baca juga: Cerita Hari Pertama Kang Emil Jadi Gubernur Jabar, Sapaan Isterinya hingga Cek Kinerja BUMD

Taufik mengatakan PMD yang diajukan terlampau besar hampir Rp 11 triliun.

Anggaran sebesar itu seharusnya digunakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk kepentingan warga, bukan untuk BUMD yang seharusnya sudah bisa mandiri.

"Nanti dibilang kok DKI belanjanya buat BUMD bukan buat rakyat," katanya. 

Baca juga: Kritikan Bertubi-tubi atas Permintaan Suntikan Dana BUMD...

Di samping itu, dia juga menilai SKPD tidak kreatif dalam membuat program.

Hingga akhirnya anggaran untuk pembangunan diletakkan di BUMD.

"Malas, enggak mau kerja. Masa uang mau ditaruh di BUMD semua? Menurut saya enggak logis," kata dia.

Baca juga: Kalau Begini, Kelas Camat yang Jadi Dirut BUMD Juga Bisa...

Pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) masih berlangsung. PMD untuk BUMD belum dibahas dalam rapat ini.


Terkini Lainnya

Lembaga Penelitian AS Klaim Temukan Bukti Korut Sembunyikan Pangkalan Rudal

Lembaga Penelitian AS Klaim Temukan Bukti Korut Sembunyikan Pangkalan Rudal

Internasional
Hadiri KTT ASEAN ke-33, Ini Agenda Presiden Jokowi di Singapura

Hadiri KTT ASEAN ke-33, Ini Agenda Presiden Jokowi di Singapura

Nasional
5 BERITA POPULER NUSANTARA: Kebebasan Nuril Terancam hingga Kisah Insiden Bianglala di Yogya

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Kebebasan Nuril Terancam hingga Kisah Insiden Bianglala di Yogya

Regional
DKI Bangun 'Skybridge' Tanah Abang tetapi Belum Sepakati 5 Hal dengan PT KAI

DKI Bangun "Skybridge" Tanah Abang tetapi Belum Sepakati 5 Hal dengan PT KAI

Megapolitan
Kisah di Balik Jaket Bubur Ayam Racer yang Dikenakan Jokowi

Kisah di Balik Jaket Bubur Ayam Racer yang Dikenakan Jokowi

Regional
KPAI Minta Siswa Perundung Guru di Kendal Direhabilitasi Psikologis

KPAI Minta Siswa Perundung Guru di Kendal Direhabilitasi Psikologis

Nasional
Sandiaga Minta Maaf Soal Langkahi Makam Pendiri NU

Sandiaga Minta Maaf Soal Langkahi Makam Pendiri NU

Regional
Banyak yang Tak Lolos SKD CPNS, Pemerintah Kaji Dua Opsi Kebijakan Baru

Banyak yang Tak Lolos SKD CPNS, Pemerintah Kaji Dua Opsi Kebijakan Baru

Nasional
5 Berita Populer: Jeritan Hati Baiq Nuril dan Curahan Hati SBY

5 Berita Populer: Jeritan Hati Baiq Nuril dan Curahan Hati SBY

Regional
Berita Populer: Kalimat Terakhir Khashoggi, Hadiah Jeruk Korsel

Berita Populer: Kalimat Terakhir Khashoggi, Hadiah Jeruk Korsel

Internasional
KPK Minta Publik Hati-hati Pilih Caleg di Pemilu 2019

KPK Minta Publik Hati-hati Pilih Caleg di Pemilu 2019

Nasional
Tanda Tangan 15 Tokoh Dunia, Walt Disney, Maradona, hingga Trump

Tanda Tangan 15 Tokoh Dunia, Walt Disney, Maradona, hingga Trump

Internasional
Suu Kyi Bujuk Investor Asing Berani Tanamkan Modal di Myanmar

Suu Kyi Bujuk Investor Asing Berani Tanamkan Modal di Myanmar

Internasional
Mimpi Anak Sopir Taksi 'Online' yang Dirampok: Tunggu Papa Pulang

Mimpi Anak Sopir Taksi "Online" yang Dirampok: Tunggu Papa Pulang

Regional
Ladang Ranjau Anti-tank Bekas Perang Dunia II Ditemukan di Saint Petersburg

Ladang Ranjau Anti-tank Bekas Perang Dunia II Ditemukan di Saint Petersburg

Internasional

Close Ads X