Grab Sarankan BPTJ Tak Terapkan Sistem Ganjil Genap untuk Motor

Kompas.com - 13/09/2018, 14:39 WIB
Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam konferensi pers di Kantor Grab, Pademangan, Kamis (13/9/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam konferensi pers di Kantor Grab, Pademangan, Kamis (13/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Grab Indonesia menyarankan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek untuk tidak menerapkan pembatasan operasi berdasarkan nomor pelat ganjil dan genap terhadap sepeda motor.

"Kami memberikan saran tapi kalau memang tidak ada masalah dalam kendaraan roda dua sebaiknya tidak usah dijalankan," kata Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam konferensi pers di Pademangan, Kamis (13/9/2018).

Ridzki mengaku, dirinya baru mendengar ada wacana pemberlakuan sistem ganjil genap bagi sepeda motor. Walau tidak setuju, ia menyatakan siap mengikuti aturan tersebut bila sudah diterapkan.

"Kalau ada aturannya, pasti kami akan mengikuti. Kami tidak ada pilihan kalau ada peraturannya untuk tidak mengikuti, kami pasti mengikuti," ujar Ridzki.


Baca juga: Jika Dipermanenkan, Ganjil-Genap Belum Tentu Seefektif Sekarang

Ia menambahkan, apabila aturan tersebut benar dijalankan, ia memastikan hal itu tidak akan mempengaruhi kinerja para pengemudi dan kenyamanan para penunpang.

Sebab, Grab telah menjalankan algoritma yang memudahkan para pengemudi dalam mengakali sistem ganjil genap saat aturan itu telah diberlakukan bagi kendaraan roda empat.

"Algoritma pintar di mana order yang akan melewati jalur ganjil-genap di jam-jam tertentu akan diberikan kepada nomor mobil yang sesuai," kata Ridzki.

BPTJ sedang berupaya mengurangi jumlah sepeda motor demi menekan angka kecelakaan. Salah satu solusi yang sedang dikaji adalah pemberlakuan sistem ganjil-genap bagi sepeda motor.

Baca juga: Informasi yang Perlu Anda Tahu soal Perpanjangan Ganjil-Genap di Jakarta

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Megapolitan
Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Megapolitan
Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Megapolitan
Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Megapolitan
Close Ads X