Macet ke Arah Bandara Soekarno-Hatta, Jasa Marga Siapkan "Contraflow"

Kompas.com - 13/09/2018, 22:04 WIB
Satlantas Polresta Bandara Soekarno-Hatta bekerjasama dengan Induk Jaya 5 Ditlantas Polda Metro Jaya dan Jasa Marga untuk mengatur rekayasa lalu lintas akibat kemacetan yang terjadi sejak sore pada Kamis (13/9/2018).   Dok. Satlantas Polresta Bandara Soekarno-HattaSatlantas Polresta Bandara Soekarno-Hatta bekerjasama dengan Induk Jaya 5 Ditlantas Polda Metro Jaya dan Jasa Marga untuk mengatur rekayasa lalu lintas akibat kemacetan yang terjadi sejak sore pada Kamis (13/9/2018).

TANGERANG KOTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga Persero Tbk menyiapkan solusi alternatif dengan sistem contraflow untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi dari Rawa Bokor, Jakarta Barat menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Sebab, sejak Kamis (13/9/2018) sore terjadi kemacetan di ruas Tol Prof Dr Ir Soedijatmo akibat pekerjaan jalan arteri selepas off ramp Rawa Bakor (KM 32) dan terjadi sistem buka tutup jalan di sana.

"Jika kanalisasi dan buka tutup situasional masih belum efektif mengurai kepadatan, Jasa Marga mempersiapkan pemberlakuan contraflow. Meski demikian, pemberlakuan contraflow merupakan diskresi pihak Kepolisian," kata AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru dalam keterangan rilisnya, Kamis malam.

Baca juga: Macet ke Bandara Soekarno-Hatta, Polisi Tutup Akses Rawa Bokor ke Benda


Keputusan penerapan sistem contraflow akan diberlakukan setelah melihat kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Sementara itu, dalam kemacetan kali ini, Jasa Marga bersama pihak polisi lalu lintas telah melakukan kanalisasi sepanjang 500 meter jelang KM 32 agar pengendara arah Bandara Soekarno-Hatta tidak terlambat.

Setelah itu, mereka memberlalukan sistem buka tutup dari akses Rawa Bokor menuju Tangerang pada Kamis pukul 19.55 WIB.

"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Untuk itu kami imbau pengguna jalan tol yang akan menuju arah Bandara dapat menggunakan lajur paling kanan untuk menghindari antrean kepadatan," kata Dwimawan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Ahok Berbaik Sangka Terhadap Bus Zhong Tong yang Kembali Beroperasi di Jakarta

Ketika Ahok Berbaik Sangka Terhadap Bus Zhong Tong yang Kembali Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Kisah Pemotong Kapal Tua di Utara Jakarta, Pertaruhkan Keselamatan demi Rupiah

Kisah Pemotong Kapal Tua di Utara Jakarta, Pertaruhkan Keselamatan demi Rupiah

Megapolitan
Rusman Jadi Penjahit Langganan Jokowi Sejak Dikenalkan Ahok

Rusman Jadi Penjahit Langganan Jokowi Sejak Dikenalkan Ahok

Megapolitan
3 Fakta Tumpukan Sampah Bambu di Kali Cikeas, Bekasi

3 Fakta Tumpukan Sampah Bambu di Kali Cikeas, Bekasi

Megapolitan
Cerita Penjahit Langganan, Jokowi Kini Memilih Model “Slim Fit”

Cerita Penjahit Langganan, Jokowi Kini Memilih Model “Slim Fit”

Megapolitan
BMKG: Waspada Hujan Petir di Jakarta Selatan dan Timur Malam Ini

BMKG: Waspada Hujan Petir di Jakarta Selatan dan Timur Malam Ini

Megapolitan
Antisipasi Demo, Polisi Kembali Tutup Jalan di Sekitar Gedung DPR RI

Antisipasi Demo, Polisi Kembali Tutup Jalan di Sekitar Gedung DPR RI

Megapolitan
SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X