Wacana Ganjil-Genap di Depok, Pengelola Mal di Jalan Margonda Khawatir

Kompas.com - 14/09/2018, 17:19 WIB
Ruas Jalan Margonda depan ITC Depok yang kembali dibuka untuk lalu lintas kendaraan, Senin (3/7/2017). Sebelumnya ruas jalan ditutup setelah ditemukannya benda mencurigakan depan ITC. Kompas.com/Alsadad RudiRuas Jalan Margonda depan ITC Depok yang kembali dibuka untuk lalu lintas kendaraan, Senin (3/7/2017). Sebelumnya ruas jalan ditutup setelah ditemukannya benda mencurigakan depan ITC.

DEPOK, KOMPAS.com — Pengelola sejumlah pusat perbelanjaan di Jalan Margonda mengkhawatirkan kebijakan Pemerintah Kota Depok yang akan berlakukan sistem ganjil-genap.

Katarina, Property Management ITC Depok, mengatakan, penerapan sistem ganjil-genap ini dapat berimbas pada ribuan pelaku usaha yang berjualan di ITC Depok ini.

Pihaknya mengkhawatirkan, apabila sistem ganjil-genap diberlakukan, pengunjung yang datang ke ITC Depok akan berkurang dan hal ini merugikan para pedagang yang ada di ITC Depok.

“Ganjil-genap ini pastinya akan berimbas ke pelaku usaha yang ada di Mall ITC, apalagi ada seribuan lebih pelaku usaha yang ada di ITC,” kata Katarina kepada Kompas.com, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Depok Masih Kaji Kemungkinan Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Margonda

Selain itu, kata dia, adanya ganjil-genap bisa semakin memicu adanya parkir liar ojek dan mobil di bahu-bahu jalan.

"Lihat saja nanti sorean, udah banyak itu yang parkir. Ada satu baris bahkan kadang dua baris di depan ITC,” ucap Katarina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia berharap pemerintah terlebih dahulu melakukan penaatan angkutan umum dan transportasi online yang berada di bahu-bahu Jalan Margonda.

Menurut dia, ganjil-genap ini bukan solusi tepat atasi kemacetan. Pengendara mobil di Depok pun, kata Katarina, belum sebanyak yang ada di Jakarta.

Baca juga: Macetnya Parah di Depok, apalagi Margonda, Bikin Orang Cepat Tua...

“Penertiban yang mangkal-mangkal di bahu jalan dulu yang harus dilakukan pemkot ya. Kalau ganjil-genap untuk saat ini belum dibutuhkan sepertinya,” ucapnya.

Sementara Rani, Marketing Communication Mall Margonda menyarankan, pemerinta kota Depok lebih baik membongkar separator Jalan Margonda dibanding pemberlakuan sistem ganjil-genap.

“Kalau Jalan Margonda diperbesar sulit ya, mungkin angkot dan transportasi online perlu ditertibkan, dan separator jalan ada baiknya dikaji ulang (siapa tau boleh dibongkar), soalnya tambah kemacetan,” ucap Rani.

Baca juga: Polisi: Daripada Ganjil-Genap, Lebih Baik Lebarkan Jalan di Depok

Jika Pemkot Depok tetap harus memberlakukan ganjil-genap, dia berharap dipertimbangkan jalur alternatif.

“Kalau seandainya memang akan diberlakukan ganjil-genap, mungkin perlu dipertimbangkan jalurnya mau ke mana. Kalau di Jakarta kan jalan alternatifnya banyak ya, kalau di Depok mungkin agak lebih sedikit,” ucap Rani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tak Ada Penambahan Kasus di Kota Tangerang, 13 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tak Ada Penambahan Kasus di Kota Tangerang, 13 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Dirut PT Transjakarta: Tidak Ada Sopir Kerja Lebih dari 8 Jam Per Hari

Dirut PT Transjakarta: Tidak Ada Sopir Kerja Lebih dari 8 Jam Per Hari

Megapolitan
Tawuran di Serpong, Seorang Terluka

Tawuran di Serpong, Seorang Terluka

Megapolitan
Jeff Smith Kembali Terjerat Kasus Narkoba: Pernah Tertangkap dan Konsumsi Sejak Lulus SMA

Jeff Smith Kembali Terjerat Kasus Narkoba: Pernah Tertangkap dan Konsumsi Sejak Lulus SMA

Megapolitan
Tunadaksa Jatuh dan Terlindas di Cengkareng, Diduga karena Tongkat Senggol Crane

Tunadaksa Jatuh dan Terlindas di Cengkareng, Diduga karena Tongkat Senggol Crane

Megapolitan
Kontraktor Sebut Tak Semua Air Bisa Meresap ke Dalam Sumur Resapan karena Hal Ini

Kontraktor Sebut Tak Semua Air Bisa Meresap ke Dalam Sumur Resapan karena Hal Ini

Megapolitan
Ambles lalu Diaspal, Performa Sumur Resapan di Lebak Bulus Diklaim Tak Berkurang

Ambles lalu Diaspal, Performa Sumur Resapan di Lebak Bulus Diklaim Tak Berkurang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Benarkan Artis Jeff Smith Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Benarkan Artis Jeff Smith Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi: Pengendara Motor yang Terlindas Crane di Cengkareng Seorang Tunadaksa

Polisi: Pengendara Motor yang Terlindas Crane di Cengkareng Seorang Tunadaksa

Megapolitan
1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Megapolitan
Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Megapolitan
Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.