Korban Perampokan di Kemayoran Dipukul Botol dan Disayat dengan Pisau Dapur - Kompas.com

Korban Perampokan di Kemayoran Dipukul Botol dan Disayat dengan Pisau Dapur

Kompas.com - 14/09/2018, 22:10 WIB
Ilustrasi perampokan.Shutterstock Ilustrasi perampokan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salma, penghuni indekos di Kemayoran yang jadi korban perampokan mengatakan, dua pelaku yang beraksi sempat memukul kepalanya dengan botol saus.

Salma juga menyebut, tangannya disayat menggunakan pisau yang dibawa para pelaku.

Hal itu dialami Salma karena berusaha melawan ketika perampokan tersebut berlangsung.

"Saya dipukul sama botol saus dan (tangan) disayat-sayat pakai pisau. Saya kan coba teriak," ujar Salma, di Mapolsek Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Rampok yang Beraksi di Kemayoran Kerap Pakai Modus Mati Listrik

Penyekapan dan perampokan terhadap Salma terjadi Minggu (9/9/2018) sekitar pukul 24.00 WIB.

Saat itu, lampu kamar korban mendadak mati. Salma tidak berusaha menghidupkannya karena merasa hari sudah terlalu malam dan sepinya lingkungan sekitar.

Beberapa menit kemudian, lampu kembali menyala. Namun, tiba-tiba dua pelaku mendobrak pintu indekos Salma.

Pintu tersebut sebelumnya memang telah rusak dan tidak terkunci dengan rapat. Para pelaku diduga telah mengintai indekos Salma dan menyakini ada orang di dalam rumah.

Satu pelaku kemudian membekap mulut Salma, sedangkan satu pelaku lainnya mengacak-acak kamar korban untuk mencari barang berharga.

Saat dibekap, Salma melawan. Saat itulah dia dipukul botol dan disayat dengan pisau oleh pelaku.

"Saya di situ ngomong, 'kalau lu mau ambil terserah ambil saja'. Dia langsung lepasin bekapan, terus langsung nyari handphone dan ATM. Dia nanya 'ini nomor (pin) berapa?" ujar Salma.

Baca juga: Perampok Bermodus Matikan Listrik Ditangkap Setelah Polisi Melacak Transfer Uang Korban

Setelah dapat kartu ATM dari dompet Salma dan memaksanya untuk menyerahkan nomor pin, kedua pelaku kabur. Mereka juga mengambil ponsel korban.

Para pelaku diamankan setelah polisi melacak transfer rekening uang korban ke salah satu pelaku berinisial EG, yang tinggal tak jauh dari rumah korban.


Tak lama polisi kembali mengamankan tiga pelaku lainnya berinisial HW, DL, dan WR di rumah yang juga tak jauh dari indekos korban.

Diketahui, dua pelaku lainnya ikut merencanakan perampokan tersebut.

Komentar
Close Ads X