PD Dharma Jaya Ditantang Kuasai 50 Persen Penjualan Daging di Jakarta

Kompas.com - 19/09/2018, 06:19 WIB
Kantor PD Dharma Jaya di Jalan Penggilingan, Jakarta Timur, Jumat (16/3/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARKantor PD Dharma Jaya di Jalan Penggilingan, Jakarta Timur, Jumat (16/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menantang PD Dharma Jaya untuk menguasai setidaknya 50 persen penjualan daging di Jakarta.

Selama ini, PD Dharma Jaya hanya memasok kebutuhan daging kurang dari 1 persen atau rata-rata 10 ton per hari. Padahal, kebutuhan daging di Jakarta mencapai 500 ton per hari.

"Ke depan, Dharma Jaya harus kuasai minimal 50 persen (penjualan daging), biarkan sisanya pasar bebas," kata Taufik pada rapat pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (18/9/2018) malam.

Baca juga: PMD Rp 79,4 Miliar Dharma Jaya untuk Beli Daging dan Sapi Disetujui

Taufik kemudian menanyakan dana yang dibutuhkan PD Dharma Jaya untuk memperbanyak stok daging sehingga bisa menguasai 50 persen penjualan daging setiap harinya.

DPRD DKI, kata Taufik, akan menyetujui pemberian penyertaan modal daerah (PMD) untuk PD Dharma Jaya, asalkan BUMD DKI Jakarta itu menghitung modal yang dibutuhkan dan mengajukan revisi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 tentang PD Dharma Jaya.

Sebab, Pasal 9 Perda itu mengatur bahwa pagu PMD untuk PD Dharma Jaya hanya sebesar Rp 250 miliar. PMD yang diberikan Pemprov DKI juga sudah mencapai pagu tersebut.

Perda itu harus diubah jika PMD yang dibutuhkan PD Dharma Jaya lebih besar.

"Hitung modalnya berapa. Nanti perubahan perda segera sampaikan ke kami. Kalau misalnya butuh Rp 1 triliun, ya kami dorong Rp 1 triliun. Harus ada perencanaan menguasai pasar kapan," kata Taufik.

Anggota Banggar DPRD DKI Jakarta Bestari Barus sepakat dengan Taufik. Dengan pasokan daging hanya kurang dari 1 persen, kata dia, PD Dharma Jaya seperti BUMD yang ada tetapi tiada.

Baca juga: Kebutuhan Daging di DKI 500 Ton Per Hari, Pasokan Dharma Jaya Tak Sampai 1 Persen

Padahal, PD Dharma Jaya merupakan salah satu BUMD yang ditugaskan untuk menjaga stabilitas harga pasar.

"Saya kira DKI kalau menugaskan untuk berkembang menjaga stabilitas harga pasar, enggak pantas dengan Rp 250 miliar. Kalau untuk coverage daging, itu harus lebih," ucap Bestari.

Direktur Utama PD Dharma Jaya Johan Romadhon menyadari pemberian PMD dari DKI dibatasi Perda Nomor 11 Tahun 2013. Karena itu, pihaknya akan mengajukan revisi perda tersebut.

"Salah satu kendala kami di permodalan dibatasi perda pembentukan Dharma Jaya. Jadi, kami harus ajukan perda perubahan," kata Johan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cekcok di Pesawat, Pimpinan KPK Pamolangi Nawawi Laporkan Putra Amien Rais ke Polisi

Cekcok di Pesawat, Pimpinan KPK Pamolangi Nawawi Laporkan Putra Amien Rais ke Polisi

Megapolitan
Mendiang Kadis Parekraf di Mata Anies dan Ariza: Pribadi yang Baik serta Berdedikasi

Mendiang Kadis Parekraf di Mata Anies dan Ariza: Pribadi yang Baik serta Berdedikasi

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Sediakan Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Pemprov DKI Diminta Sediakan Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Megapolitan
Fakta Kantor BMKG Ditutup Sementara akibat Covid-19: WFH Diterapkan, Peringatan Dini Bencana Tetap Berjalan

Fakta Kantor BMKG Ditutup Sementara akibat Covid-19: WFH Diterapkan, Peringatan Dini Bencana Tetap Berjalan

Megapolitan
Ada Sidang Tahunan di DPR, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas

Ada Sidang Tahunan di DPR, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas

Megapolitan
PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Lagi: Positivity Rate 8,7 Persen, Kini CFD Ditiadakan

PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Lagi: Positivity Rate 8,7 Persen, Kini CFD Ditiadakan

Megapolitan
Fakta-fakta Pengusaha Pelayaran Tewas Ditembak di Kelapa Gading

Fakta-fakta Pengusaha Pelayaran Tewas Ditembak di Kelapa Gading

Megapolitan
UPDATE 13 Agustus: Bertambah 34, Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Capai 682

UPDATE 13 Agustus: Bertambah 34, Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Capai 682

Megapolitan
Pembangunannya Sempat Terhambat, Jalur DDT Manggarai-Cikarang Diharapkan Rampung 2021

Pembangunannya Sempat Terhambat, Jalur DDT Manggarai-Cikarang Diharapkan Rampung 2021

Megapolitan
Lokasi Samsat Keliling di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok Hari Ini

Lokasi Samsat Keliling di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok Hari Ini

Megapolitan
HUT Ke-75 RI, Ancol Gelar Pengibaran Bendera di Akuarium Besar Sea World

HUT Ke-75 RI, Ancol Gelar Pengibaran Bendera di Akuarium Besar Sea World

Megapolitan
Kasus Covid-19 Tinggi, Pemkot Bogor Imbau Perlombaan 17 Agustus Tidak Digelar

Kasus Covid-19 Tinggi, Pemkot Bogor Imbau Perlombaan 17 Agustus Tidak Digelar

Megapolitan
Kisah Relawan Sapu Ranjau Paku, Kumpulkan 4 Ton hingga Pernah Ditabrak Motor

Kisah Relawan Sapu Ranjau Paku, Kumpulkan 4 Ton hingga Pernah Ditabrak Motor

Megapolitan
Warga Abai, Pemkot Setengah Hati, Pandemi Covid-19 di Depok bagai Bom Waktu?

Warga Abai, Pemkot Setengah Hati, Pandemi Covid-19 di Depok bagai Bom Waktu?

Megapolitan
Ranjau Paku di Jakarta: Titik Rawan, Jenis Ranjau hingga Tips Berkendara

Ranjau Paku di Jakarta: Titik Rawan, Jenis Ranjau hingga Tips Berkendara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X