Penerapan Tilang Elektronik Harus Didukung Implementasi ERI

Kompas.com - 19/09/2018, 09:50 WIB
Sejumlah kendaraan nekat melintasi jalur bus transjakarta di Jalan Gunung Sahari, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2015). Rencananya dalam waktu dekat semua jalur bus transjakarta akan dipasangi kamera pengawas atau CCTV. Pemasangan itu merupakan bagian dari pelaksanaan tilang elektronik atau e-cross (electronic camera for road safety system). WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHASejumlah kendaraan nekat melintasi jalur bus transjakarta di Jalan Gunung Sahari, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2015). Rencananya dalam waktu dekat semua jalur bus transjakarta akan dipasangi kamera pengawas atau CCTV. Pemasangan itu merupakan bagian dari pelaksanaan tilang elektronik atau e-cross (electronic camera for road safety system).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan tilang elektronik harus diimbangi dengan implementasi electronic registration and identification (ERI).

Pengamat transportasi yang juga Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas mengatakan, implementasi ERI dapat menjadi tolak ukur keberhasilan tilang elektronik karena ERI memuat data kendaraan dan pemiliknya.

"Penerapan tilang elektronik itu syaratnya supaya berhasil harus dibarengi dengan implementasi ERI. Jadi, data kendaraan harus beres karena kan sering yang bawa kendaraan belum tentu pemiliknya. Nah itu bisa dilacak dengan ERI," kata Darmaningtyas, Selasa (18/9/2018).

Sebelumnya, Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengatakan, penerapan tilang elektronik masih memiliki dua kekurangan yakni data kendaraan dalam ERI yang dimiliki oleh Polda Metro Jaya masih harus dilengkapi dan belum dibuatnya aturan tentang siapa yang akan dikenakan tilang apakah pemilik kendaraan atau pengemudinya.

Baca juga: Akan Diterapkan Oktober 2018, Ini 4 Fakta Tilang Elektronik

Soalnya, belum tentu sopir yang melanggar itu merupakan pemilik kendaraan.

"Kalau seperti ini harus kuat juga data-data yang tersimpan. Electronic registration and identification (ERI) harus saling terkoneksi. Tetapi memang harus dicoba dulu, kurangnya nanti sambil berjalan," kata Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, Kamis pekan lalu.

"Berdasarkan rekaman kamera, mobil itu yang akan ditilang, aturannya seperti apa harus segera dipikirkan. Meski begitu, kami minta ini untuk tetap dijalankan," tambah dia.

Walaupun masih banyak kekurangan, Darmaningtyas menilai penerapan tilang elektronik dengan CCTV merupakan bagian dari electronic law enforcement yang membentuk kepribadian tertib lalu lintas bagi masyarakat.

"Perekaman dengan CCTV bisa membuat si pengendara menjadi takut. Dengan kata lain, penerapan teknologi itu sekaligus membentuk kultur tertib lalu lintas," ujar Darmaningtyas.

 Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf sebelumnya mengatakan, uji coba tilang elektronik akan dilakukan pada Oktober 2018. Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam melakukan kebijakan tersebut.

"Kemungkinan besar paling lambat, Oktober harus bisa dilaksanakan," kata Yusuf seperti dilansir laman NTMCPolri, Sabtu lalu.

Uji coba sekaligus masa sosialisasi akan dilakukan selama satu bulan penuh. Harapan dia, tidak ada lagi pelanggar lalu lintas dan jalan menjadi lebih lancar dari biasanya.

Tahap uji coba akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Jalan Sudirman-MH Thamrin.

Baca juga: Tanggapan Warga Jakarta soal Tilang Elektronik yang Diuji Coba Oktober



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021 | Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021 | Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Capai 3.578 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Capai 3.578 Orang

Megapolitan
BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Berawan Hari ini

BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Berawan Hari ini

Megapolitan
Waktu Keberangkatan MRT Jakarta Alami Penyesuaian Mulai 1 Maret

Waktu Keberangkatan MRT Jakarta Alami Penyesuaian Mulai 1 Maret

Megapolitan
Viral, Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Viral, Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

Megapolitan
Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Megapolitan
Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Megapolitan
Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Megapolitan
Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Megapolitan
Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

Megapolitan
2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X