Kompas.com - 19/09/2018, 19:12 WIB
Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta memangkas sejumlah pohon di beberapa titik di Jakarta, Minggu (14/12/2014). KOMPAS.COM/UNO KARTIKADinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta memangkas sejumlah pohon di beberapa titik di Jakarta, Minggu (14/12/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat M Aris Firmansyah tidak sepakat dengan proyek pembangunan trotoar atau pelebaran jalan yang mengorbankan penebangan pohon seperti yang terjadi di Jalan Panjang, Kebon Jeruk.

Sebab, penebangan pohon dinilai dapat mengurangi penghijauan. 

"Sejujurnya namanya kami (dinas) pertamanan tugasnya kami menanam pohon dan menghijaukan Jakarta. Saya memang agak enggak pro sama konsep pembangunan saat ini," ujar Aris, di Gedung Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (19/9/2018).

Baca juga: Penebangan Pohon di Jakarta Harus Melalui Izin PTSP

Ia menilai penebangan pohon berdampak pada target 30 persen RTH di Jakarta Barat. Akibatnya, Jakarta Barat menjadi panas lantaran daerah serapan air berkurang.

"Nanam pohon setinggi sebesar itu bukan waktu satu dua hari, tetapi puluhan tahun. Apa enggak ada konsep yang bagus biar pohon enggak ditebang," katanya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Seksi Kehutanan Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat Hidayat mengatakan, siapa pun yang ingin melakukan penebangan atau penanaman pohon agar menginformasikan ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), termasuk untuk pelebaran jalan atau trotoar.

Baca juga: Kepala BPTSP: Izin Penebangan Pohon untuk Proyek LRT Keluar Besok

Ia berharap penanggung jawab proyek juga menyediakan ruang hijau.

"Kayak trotoar, sisakan ruang, biar ada space untuk kami tanam. Walaupun di lapangan bawahnya masih beraspal, itu yang agak susah," kata Hidayat.

Belum lama ini, Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat telah menyelesaikan penataan penghijauan di enam titik jalur hijau menyambut Asian Games 2018 pada Agustus lalu.

Baca juga: Penebangan Pohon untuk Lapangan Golf Arcamanik Dihentikan

Keenam titik taman tersebut yaitu Jalan Tomang, Jalan Tubagus Angke-Kalijodo, Jalan Hayam Wuruk (LTC Glodok), Jalan Kunir Kota Tua, Jalan Layang Pasar Pagi, dan Jalan Kyai Tapa (Tugu Reformasi).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Megapolitan
Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Megapolitan
Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Megapolitan
Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Megapolitan
Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Megapolitan
Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Megapolitan
Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Megapolitan
Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Megapolitan
Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Megapolitan
Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.