Tujuh Jam Demo Tak Ditemui, Driver Grab Ancam Buat Demo Lanjutan

Kompas.com - 20/09/2018, 12:26 WIB
Pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Pusat Grab di Lippo Kuningan, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Terdapat tiga tuntutan pada aksi tersebut yaitu adanya perjanjian kemitraan antara aplikator dan pengemudi ojekonlineyang adil dan transparan, aplikator menggunakan mekanisme tarif dasar berdasarkan rumus transportasi, bukansupply demandalgoritma, dan menghilangkan potongan komisi 20 persen bagi aplikator. MAULANA MAHARDHIKAPengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Pusat Grab di Lippo Kuningan, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Terdapat tiga tuntutan pada aksi tersebut yaitu adanya perjanjian kemitraan antara aplikator dan pengemudi ojekonlineyang adil dan transparan, aplikator menggunakan mekanisme tarif dasar berdasarkan rumus transportasi, bukansupply demandalgoritma, dan menghilangkan potongan komisi 20 persen bagi aplikator.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) berencana melakukan aksi demo lanjutan pada Oktober mendatang.

Ketua Presidium Gerakan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) Igun Wicaksono mengatakan, demo lanjutan tersebut merupakan ungkapan kekecewaan Garda terhadap Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata.

Ridzki tidak menemui pengemudi ojek online yang melakukan aksi demo di Kantor Pusat Grab, Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu 19 September 2018. 

"Akan diatur waktunya kembali kemungkinan setelah kegiatan Asian Para Games, Oktober 2018 depan," kata Igun saat dihubungi Kompas.com, Kamis (20/9/2018).


Baca juga: Sudah Ditemui Perwakilan Grab Indonesia, Pendemo Tetap Menolak Bubar

Mereka akan tetap menuntut tiga hal kepada aplikator. Tuntutan pertama yakni adanya perjanjian kemitraan antara aplikator dan pengemudi ojek online yang adil dan transparan.

Tuntutan kedua adalah aplikator menggunakan mekanisme tarif dasar berdasarkan rumus transportasi, bukan supply demand algoritma. Tuntutan terakhir adalah menghilangkan potongan komisi 20 persen bagi aplikator.

Baca juga: Pendemo Tuntut Ditemui dengan Manajemen Grab

Pada Rabu 19 September, para pengemudi ojek online melakukan aksi demo di Kantor Operasional Grab, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu sekitar pukul 11.00 WIB.

Setelah melakukan orasi sekitar 30 menit, para pengunjuk rasa memutuskan pindah lokasi ke Kantor Pusat Grab di Lippo Kuningan, Jakarta Selatan.

Mereka bertahan menunggu manajemen Grab untuk menemui mereka selama tujuh jam dari pukul 13.00 hingga pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Kantor Grab Benhil Sepi, Demo Ojek Online Pindah ke Lippo Kuningan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Megapolitan
PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

Megapolitan
Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Megapolitan
Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Megapolitan
Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Megapolitan
DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X