Triwisaksana: PKS Tak Takut Kalah Voting dari Gerindra...

Kompas.com - 20/09/2018, 15:38 WIB
Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKS Triwisaksana dan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Gerindra M Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (27/2/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakil Ketua DPRD dari Fraksi PKS Triwisaksana dan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Gerindra M Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (27/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Majelis Syuro DPP Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), Triwisaksana, menegaskan, pihaknya tidak takut bersaing dengan Partai Gerindra dalam voting di DPRD DKI Jakarta. Menurut dia, PKS juga siap melakukan lobi dengan fraksi lain agar disetujui sebagai wagub.

"(Kami) enggak takut kalah voting, kan ada tim lobi," ujar Sani (sapaan Triwisaksana) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kamis (20/9/2018).

Namun, PKS memiliki pertimbangan lain. Sani mengatakan, partainya tidak mau ada pertarungan dengan Gerindra.

Sani ingin Gerindra bersama PKS fokus untuk memenangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019.

Baca juga: Ajukan 2 Kandidat Wagub, PKS Tak Mau Berselisih dengan Gerindra di DPRD DKI

Oleh karena itu, PKS ingin dua nama yang diajukan untuk dipilih DPRD DKI nanti adalah kadernya. Adapun Partai Gerindra tidak perlu mencalonkan kandidat wagub lain.

"Nanti kalau ada pertarungan seperti itu, siapa pun yang menang kan akan ada yang merasa kalah. Kalau merasa kalah, takut ada efeknya ke pilpres," kata Sani.

"Pilpres kan enggak mudah untuk memperjuangkan Prabowo-Sandiaga," ujar dia menambahkan.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menilai Partai Keadilan Sejahtera takut bersaing dengan dirinya dalam voting di DPRD DKI Jakarta. Kata Taufik, hal ini ditunjukkkan dengan sikap PKS yang mengajukan dua nama kandidat wakil gubernur.

Baca juga: Taufik: Kalau PKS Ajukan 2 Kandidat Wagub, Tetap Butuh Tanda Tangan Saya

"PKS jangan takut bertanding di DPRD, jelas kan fair dong. Belum tentu juga saya yang menang, belum tentu saya dipilih juga oleh kawan-kawan DPRD," ujar Taufik.

Taufik menilai, seharusnya hal ini menjadi mudah. Partai koalisi harus mengirim dua nama kandidat wagub untuk dipilih oleh DPRD DKI Jakarta. Kebetulan, partai koalisi pengusung Sandiaga Uno saat Pilkada DKI 2017 hanya ada dua, yaitu Gerindra dan PKS.

Dengan begitu, menurut dia solusinya sudah jelas. Gerindra dan PKS masing-masing mengajukan satu kader terbaik untuk dipilih di DPRD DKI.

Baca juga: Mencari Pengganti Sandiaga, Apakah Gerindra Mau PKS Setengah Hati?

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Megapolitan
2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Megapolitan
Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Megapolitan
Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Megapolitan
Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Megapolitan
Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Megapolitan
Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Megapolitan
Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Megapolitan
Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Megapolitan
5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

Megapolitan
Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X