Kompas.com - 21/09/2018, 15:41 WIB
Walikota Bekasi Rahmat Effendi menemui media setelah rapat paripurna, Kamis (1/2/2018). Kompas.com/Setyo AdiWalikota Bekasi Rahmat Effendi menemui media setelah rapat paripurna, Kamis (1/2/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadikan Kota Bekasi dalam skala prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pria yang akrab disapa Pepen itu meminta hal tersebut karena kota Bekasi merupakan kota kedua di Jawa Barat yang memberikan dana bagi hasil tinggi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kepada Pemprov Jabar. 

"Pak Gubernur, tolong Kota Bekasi harus ada keseimbangan, harus ada skala prioritas, dan harus ada kedekatan. Karena apa? Sebagai pintu gerbang Provinsi Jawa Barat. Kami juga penghasil PKB BBNKB terbesar setelah kota Bandung," kata Pepen, di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/9/2018).

Baca juga: Warga Bekasi Penuhi Jalan Sambut Rahmat Effendi-Tri Adhianto

Ia berharap, Pemprov Jabar lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Kota Bekasi.

Menurut Pepen, Kota Bekasi sudah dianggap menjadi wajah Jawa Barat dan berbatasan langsung dengan Jakarta.

"Wajarlah kalau kota ini membutuhkan perhatian, pengayoman, dan dekonsentrasi terhadap desentralisasi. Apalagi kami, kan, dianggap wajahnya Jawa Barat," ujar Pepen. 

Baca juga: Hari ini, Rahmat Effendi-Tri Adhianto Dilantik Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi terpilih Rahmat Effendi dan Tri Adhianto, di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/9/2018).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 6 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 905, Pasien Meninggal 20 orang

UPDATE 6 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 905, Pasien Meninggal 20 orang

Megapolitan
Pemprov DKI: Pengusaha Wisata Ingin Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2021

Pemprov DKI: Pengusaha Wisata Ingin Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2021

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Megapolitan
Bertemu Anies, AHY: Dulu Kami Berkompetisi, Sekarang Bersahabat

Bertemu Anies, AHY: Dulu Kami Berkompetisi, Sekarang Bersahabat

Megapolitan
Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Megapolitan
John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

Megapolitan
Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Megapolitan
Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Megapolitan
Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Megapolitan
John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Megapolitan
Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Megapolitan
Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Anies ke AHY: Demokrat Melewati Ujian yang Tidak Sederhana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X