"Kita Punya Problem, Polres Kepulauan Seribu Tidak di Pulau Seribu..."

Kompas.com - 24/09/2018, 13:32 WIB
Tampak depan Kantor Perwakilan Polres Kepulauan Seribu yang menjadi lokasi kaburnya para tahanan, Senin (24/9/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DTampak depan Kantor Perwakilan Polres Kepulauan Seribu yang menjadi lokasi kaburnya para tahanan, Senin (24/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menilai keberadaan Mapolres Kepulauan Seribu yang tidak terletak di Kepulauan Seribu menjadi salah satu masalah yang harus diselesaikan.

Saat ini kantor perwakilan Polres Kepulauan Seribu terletak di Jalan Taman Jaya Ancol dan Cilincing, Jakarta Utara.

"Ya, memang kita punya problem di Pulau Seribu itu polresnya tidak ada di Pulau Seribu, perwakilannya ada di Cilincing. Kami sudah ajukan pada saatnya nanti Polres Kepulauan Seribu itu harus di Pulau Seribu," ujar Idham, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2018).

Baca juga: Polisi Masih Kejar 10 Tahanan Mapolres Kepulauan Seribu yang Kabur

Rencana pembangunan gedung Polres Kepulauan Seribu masih dalam tahap pembahasan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

"Kami masih mencari di pulau mana yang paling bagus dan perlu kajian di tingkat Mabes Polri," katanya. 

Rencana pembangunan gedung tersebut disampaikan Idham menanggapi kasus kaburnya 20 tahanan Polres Kepulauan Seribu.

Baca juga: 20 Tahanan Mapolres Kepulauan Seribu Kabur dari Sel

Menurut dia, kasus ini harus menjadi perhatian untuk memperbaiki sistem keamanan di wilayah hukum Polres Kepulauan Seribu.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 tahanan Polres Kepulauan Seribu kabur, 10 diantaranya telah ditangkap.

Polisi masih mengejar 10 tahanan lain yang kabur pada Jumat (21/9/2018).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perpanjang PSBB, Keluar Masuk Tangsel Sekarang Wajib Punya SIKM

Perpanjang PSBB, Keluar Masuk Tangsel Sekarang Wajib Punya SIKM

Megapolitan
Sejumlah Aturan Taman Margasatwa Ragunan jika Buka Saat New Normal

Sejumlah Aturan Taman Margasatwa Ragunan jika Buka Saat New Normal

Megapolitan
Petugas Damkar Evakuasi Ular Kobra di Gedung Sekolah di Petamburan

Petugas Damkar Evakuasi Ular Kobra di Gedung Sekolah di Petamburan

Megapolitan
2.746 Calon Jemaah Haji Batal Berangkat, Pejabat Kemenag Bekasi: Ada yang Sedih Luar Biasa

2.746 Calon Jemaah Haji Batal Berangkat, Pejabat Kemenag Bekasi: Ada yang Sedih Luar Biasa

Megapolitan
Pemudik Lolos Check Point dan Masuk ke Jakarta, Hanya Tunjukkan Surat Sehat

Pemudik Lolos Check Point dan Masuk ke Jakarta, Hanya Tunjukkan Surat Sehat

Megapolitan
Wali Kota: Sepanjang Bekasi Belum Bersih, Kita Rapid Test, Swab, Tracking, Bawa ke RS

Wali Kota: Sepanjang Bekasi Belum Bersih, Kita Rapid Test, Swab, Tracking, Bawa ke RS

Megapolitan
Anggota Komunitas yang Kumpul Bareng Wakil Wali Kota Tangsel Jalani Rapid Test, Hasilnya negatif

Anggota Komunitas yang Kumpul Bareng Wakil Wali Kota Tangsel Jalani Rapid Test, Hasilnya negatif

Megapolitan
[HOAKS] 30 Pembantu Baru Datang dari Kampung di Penjaringan Positif Covid-19

[HOAKS] 30 Pembantu Baru Datang dari Kampung di Penjaringan Positif Covid-19

Megapolitan
Dinas Pendidikan: Tiap Sekolah di Bekasi Harus Punya Satuan Gugus Tugas Covid-19

Dinas Pendidikan: Tiap Sekolah di Bekasi Harus Punya Satuan Gugus Tugas Covid-19

Megapolitan
Satpol PP Tutup Sejumlah Toko yang Nekat Beroperasi di Pasar Gembrong

Satpol PP Tutup Sejumlah Toko yang Nekat Beroperasi di Pasar Gembrong

Megapolitan
Lurah Pejagalan Temukan 71 Warga yang Kembali dari Kampung Halaman Secara Ilegal

Lurah Pejagalan Temukan 71 Warga yang Kembali dari Kampung Halaman Secara Ilegal

Megapolitan
Jika Terapkan New Normal, Pemkot Depok Diminta Tata Ulang Pasar Tradisional

Jika Terapkan New Normal, Pemkot Depok Diminta Tata Ulang Pasar Tradisional

Megapolitan
Balik Mudik Lebaran, 28 Warga Duren Tiga Jalani Karantina di Rumah

Balik Mudik Lebaran, 28 Warga Duren Tiga Jalani Karantina di Rumah

Megapolitan
Viral Foto Langgar Protokol Kesehatan, Komunitas di Tangsel Jalani Rapid Test

Viral Foto Langgar Protokol Kesehatan, Komunitas di Tangsel Jalani Rapid Test

Megapolitan
Datang Tanpa SIKM, 20 Tukang Bangunan Dikarantina, Wajib Tes Swab Bayar Pribadi

Datang Tanpa SIKM, 20 Tukang Bangunan Dikarantina, Wajib Tes Swab Bayar Pribadi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X