Kompas.com - 25/09/2018, 15:37 WIB
Ketua DSW Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta Abdurahman Suhaimi, Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto sekaligus kandidat wagub DKI, dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo di depan rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Jalan Imam Bonjol, Selasa (25/9/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Ketua DSW Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta Abdurahman Suhaimi, Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto sekaligus kandidat wagub DKI, dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo di depan rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Jalan Imam Bonjol, Selasa (25/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mendapatkan buku "Kebijakan Ahok" saat berkunjung ke kediaman Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

Buku itu kemudian diberikan kepada kandidat wakil gubernur DKI Jakarta dari PKS, Agung Yulianto.

"Tadi Pak Ketua memberikan hadiah buku 'Kebijakan Ahok' kepada saya, tetapi saya serahkan ke Pak Agung," ujar Suhaimi, di depan rumah Prasetio, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).

Baca juga: Perkenalkan Kandidat Wagub DKI ke Prasetio, PKS Akui Sedang Lobi PDI-P

Suhaimi datang bersama Agung Yulianto dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo.

Suhaimi mengatakan, Prasetio merekomendasikan Agung membaca buku "Kebijakan Ahok".

Menurut dia, Prasetio ingin kebijakan gubernur sebelumnya bisa dipelajari kandidat wagub DKI berikutnya.

Baca juga: M Taufik Diusulkan Jadi Calon Wagub DKI, Bagaimana Tanggapan Warga?

"Katanya 'nih baca buku ini nih, bagus'. Supaya bisa mempelajari itu dari penguasa-penguasa sebelumnya," kata Suhaimi.  

Buku "Kebijakan Ahok" merupakan tulisan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dari dalam Mako Brimob.

Buku tersebut berisi pemikiran Basuki atau Ahok dalam membuat sejumlah kebijakan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Gerindra Belum Pernah Bahas Kesepakatan Prabowo dan Sohibul soal Wagub DKI

Posisi wagub DKI kini kosong setelah ditinggalkan Sandiaga Uno yang memilih maju Pilpres.

Dua partai pengusung Sandi saat Pilkada, yaitu PKS dan Partai Gerindra, harus mengajukan dua kandidat wagub pengganti Sandiaga.

Nantinya DPRD DKI akan memilih satu dari dua kandidat itu. PKS sudah punya dua kandidat yaitu Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

Baca juga: Kandidat Wagub DKI Mengerucut, Apa Kata Warga?

Sementara itu, nama Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik beredar kuat di partai pimpinan Prabowo Subianto itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

Megapolitan
Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

Megapolitan
Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Megapolitan
Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero 'Jenderal' Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero "Jenderal" Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Megapolitan
Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi 'Duta Masker'

Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi "Duta Masker"

Megapolitan
Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

Megapolitan
Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Megapolitan
Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Megapolitan
Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Pondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Pondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Megapolitan
Larangan Mudik, Pendapatan Penyedia Jasa Penukaran Uang Anjlok

Larangan Mudik, Pendapatan Penyedia Jasa Penukaran Uang Anjlok

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Pengunjung Dibatasi, Pedagang Pasar Tanah Abang Mengaku Alami Penurunan Omzet

Pengunjung Dibatasi, Pedagang Pasar Tanah Abang Mengaku Alami Penurunan Omzet

Megapolitan
Pria yang Mengaku Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara Gunakan Pelat Mobil Palsu, Apa Sanksinya?

Pria yang Mengaku Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara Gunakan Pelat Mobil Palsu, Apa Sanksinya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X