Paksa Pengendara Bayar Rp 5.000, "Pak Ogah" Tanah Abang Terancam 9 Tahun Bui

Kompas.com - 25/09/2018, 17:23 WIB
Para sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) atau Pak Ogah mulai bekerja di lima wilayah di Ibu Kota sejak Oktober 2017, Jumat (5/1/2018) Kompas.com/David Oliver PurbaPara sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) atau Pak Ogah mulai bekerja di lima wilayah di Ibu Kota sejak Oktober 2017, Jumat (5/1/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Jajaran Subdirektorat Resmob Polda Metro Jaya menangkap empat orang " pak ogah" di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Sabtu (15/9/2018).

Panit 3 resmob AKP Mugia Yarry Junanda mengatakan, empat orang "pak ogah" berinisial FF (21), AI (35), R (41), dan AW (27) ditangkap karena kerap meminta uang kepada para pengedara secara paksa.

"Mereka biasanya meminta kisaran Rp 2.000, ada juga yang Rp 5.000 kepada pengendara," ujar Mugia, Selasa (25/9/2018).

Mugi menyebutkan, dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 244.000.

Baca juga: Meresahkan Warga, 4 Pak Ogah di Permata Hijau Diamankan

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 368 KUHP ayat 1 tentang pemerasan dan pengancaman.

Penelusuran Kompas.com, berikut ini isi dari pasal tersebut:

"Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun."

Baca juga: Polisi Harap Pak Ogah Dapat Honor Sesuai UMP

Mugia menambahkan, aksi para "pak ogah" ini dinilai sangat meresahkan warga.

"Ancaman penjara paling lama 9 tahun penjara. Saat ini, kami terus melakukan penyisiran untuk memerangi tindak pidana pemerasan ini."

Baca juga: Sandiaga: Gaji Pak Ogah Tidak Dianggarkan pada APBD 2018

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Megapolitan
Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Megapolitan
Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Megapolitan
UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

Megapolitan
Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Megapolitan
Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Megapolitan
Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Megapolitan
Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Megapolitan
Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Megapolitan
Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X