Pembunuh Pensiunan TNI AL Menangis Saat Diberi Tahu Ibunya Meninggal

Kompas.com - 25/09/2018, 20:49 WIB
Supriyanto (20), pembunuh TNI AL di Cilandak divonis hukuman 12 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARSupriyanto (20), pembunuh TNI AL di Cilandak divonis hukuman 12 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Supriyanto (20) tak kuasa menahan tangisnya usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (25/9/2018) sore.

Pembunuh anggota TNI AL itu bukan menangis karena divonis 12 tahun penjara, melainkan karena tahu bahwa ibunya telah meninggal dunia. 

Setelah mendengarkan putusan, Supriyanto ke luar ruang sidang. Saat itulah ia diberi tahu kabar duka tersebut oleh pengacaranya.

Supriyanto pun langsung terisak dengan kondisi tangan diborgol.

Baca juga: Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Divonis 12 Tahun Penjara, Keluarga Kecewa

Sang pengacara, Juan Hutabarat, mengatakan bahwa ibunda Supriyanto sebenarnya meninggal dua pekan lalu, tepatnya 11 September 2018.

Juan mengatakan, kabar duka ini sebenarnya sudah diketahui jaksa penuntut umum yang mengurus perkara Supriyanto. Namun, jaksa tak menyampaikannya kepada terdakwa.

"Kami minta jaksa yang menyampaikan, tetapi jaksa belum menyampaikan ke terdakwa dan majelis hakim, ya akhirnya kami inisiatif menyamapaikan," ujar Juan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2018).

Juan memilih menyampaikan kabar duka ini setelah pembacaan vonis lantaran tak ingin membebani pikiran Supriyanto.

Ibu Supriyanto diketahui meninggal karena sudah lama mengidap penyakit. "Selama persidangan kami enggak pernah melihat ada keluarganya," kata Juan.

Supriyanto divonis 12 tahun penjara atas pembunuhan pensiunan TNI AL Hunaedi (83) di rumahnya di Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada 5 April 2018 malam. Dia tewas bersimbah darah dengan beberapa luka tusuk.

Sebelum dibunuh, sehari sebelumnya Hunaedi menerima Supriyanto di rumahnya. Supriyanto awalnya berpura-pura menanyakan alamat kepada Hunaedi untuk mengamati situasi di rumah Hunaedi.

Baca juga: Cerita Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Saat Hunaedi lengah, Supriyanto masuk ke rumah tersebut dan mengambil uang Rp 3,2 juta di atas meja.

Keesokan harinya, Supriyanto kembali datang ke rumah korban dan pura-pura bertamu.

Ketika ditanya maksud kedatangannya, Supriyanto malah mendorong Hunaedi dan mengambil uang Rp 200.000 di atas meja. Hunaedi yang sempat melawan ditusuk dan akhirnya tewas.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Warga Jual Paket Bantuan Sembako di Facebook, Ini Penjelasan Penjualnya

Viral Warga Jual Paket Bantuan Sembako di Facebook, Ini Penjelasan Penjualnya

Megapolitan
Pengalaman Dirut Baru Transjakarta Sardjono Jhony: Pilot, CEO Merpati, hingga Bos di Angkasa Pura I

Pengalaman Dirut Baru Transjakarta Sardjono Jhony: Pilot, CEO Merpati, hingga Bos di Angkasa Pura I

Megapolitan
Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

Megapolitan
Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

Megapolitan
Galaunya Ibu Hamil Gara-gara Corona...

Galaunya Ibu Hamil Gara-gara Corona...

Megapolitan
Anies Sebut Krisis Ekonomi Mulai Terasa di Jakarta Dampak Covid-19

Anies Sebut Krisis Ekonomi Mulai Terasa di Jakarta Dampak Covid-19

Megapolitan
Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Megapolitan
UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

Megapolitan
Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Megapolitan
Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Megapolitan
Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Megapolitan
Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X