Reklamasi Dihentikan, Bagaimana Nasib Kontribusi Tambahan yang Dibangun Pengembang?

Kompas.com - 26/09/2018, 19:49 WIB
Suasana proyek pembangunan reklamasi Teluk Jakarta di kawasan Pantai Utara, Jakarta Utara, Rabu (11/5/2016). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menghentikan sementara proyek reklamasi Pulau C, D, dan G, lantaran dinilai melanggar izin dan perundang-undangan mengenai lingkungan hidup. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana proyek pembangunan reklamasi Teluk Jakarta di kawasan Pantai Utara, Jakarta Utara, Rabu (11/5/2016). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menghentikan sementara proyek reklamasi Pulau C, D, dan G, lantaran dinilai melanggar izin dan perundang-undangan mengenai lingkungan hidup.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung pengembang reklamasi yang telah membangun infrastruktur sebagai kontribusi tambahan.

Padahal, para pengembang itu belum membangun pulau reklamasi dan baru mengantongi izin pembangunannya.

Namun, kini izin itu telah dicabut.

Menurut Anies, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan mencatat kontribusi tambahan yang dibangun pengembang tersebut sebagai aset DKI.

Baca juga: Cabut Izin 13 Pulau Reklamasi, Gubernur DKI Siap Digugat

"Khusus kepada pihak-pihak yang dulu belum melakukan reklamasi, tetapi sudah memberikan kontribusi tambahan, seperti rumah susun, jalan inspeksi, sarana prasarana lain, itu semua akan diperhitungkan sebagai aset," ujar Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

Infrastruktur yang sudah dibangun itu akan menjadi tabungan kontribusi tambahan untuk para pengembang.

Jika nantinya pengembang itu melakukan pembangunan yang membutuhkan kontribusi tambahan, infrastruktur yang sudah dibangun akan dihitung sebagai kontribusi tambahan tersebut.

Baca juga: Nasib Pulau Reklamasi yang Sudah Dibangun Akan Ditentukan Dalam Perda

Dengan demikian, pengembang yang bersangkutan tidak perlu lagi membangun infrastruktur baru sebagai kontribusi tambahan mereka.

"Nanti akan diperhitungkan bila mereka melakukan pembangunan dan perlu kontribusi tambahan, maka itu bisa diperhitungkan," kata dia. 

Anies memutuskan menghentikan total proyek reklamasi di Teluk Jakarta dengan mencabut izin 13 pulau reklamasi yang belum dibangun.

Baca juga: Ini Daftar 13 Pulau Reklamasi di Teluk Jakarta yang Dicabut Izinnya

Dia menghentikan proyek reklamasi tersebut untuk memenuhi janji kampanyenya bersama Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

JPO Halte Kramat Cilandak Timur Rawan Jambret, Warga Mengaku Takut Menyeberang Lewat Jembatan

JPO Halte Kramat Cilandak Timur Rawan Jambret, Warga Mengaku Takut Menyeberang Lewat Jembatan

Megapolitan
Lebih dari 3.000 Ojol dan Opang Masih Nekat Berkumpul Saat Tunggu Penumpang

Lebih dari 3.000 Ojol dan Opang Masih Nekat Berkumpul Saat Tunggu Penumpang

Megapolitan
Pria Panjat Pohon Sambil Pamer Kemaluan di Depok Dievakuasi ke Rumah Singgah Beji

Pria Panjat Pohon Sambil Pamer Kemaluan di Depok Dievakuasi ke Rumah Singgah Beji

Megapolitan
WN Nigeria Tewas Ditusuk Temannya Setelah Cekcok Taruhan Game Playstation

WN Nigeria Tewas Ditusuk Temannya Setelah Cekcok Taruhan Game Playstation

Megapolitan
Gedung PLN Gambir, Saksi Bisu Cikal-bakal Hari Listrik Nasional

Gedung PLN Gambir, Saksi Bisu Cikal-bakal Hari Listrik Nasional

Megapolitan
Hujan Deras di Jakarta Selasa Sore, 4 RT dan 7 Jalan Tergenang Banjir

Hujan Deras di Jakarta Selasa Sore, 4 RT dan 7 Jalan Tergenang Banjir

Megapolitan
Pemkot Bekasi Izinkan Bioskop Kembali Beroperasi Pekan Ini

Pemkot Bekasi Izinkan Bioskop Kembali Beroperasi Pekan Ini

Megapolitan
Pria di Depok Panjat Pohon Sambil Teriak-teriak, Gigit Dahan, hingga Pamer Alat Kelamin

Pria di Depok Panjat Pohon Sambil Teriak-teriak, Gigit Dahan, hingga Pamer Alat Kelamin

Megapolitan
Polres Bandara Soekarno-Hatta Dalami Motif Mantan Polisi Selundupkan Amunisi Senjata Api

Polres Bandara Soekarno-Hatta Dalami Motif Mantan Polisi Selundupkan Amunisi Senjata Api

Megapolitan
Polda Metro Jaya Buat 16 Pos Pengamanan Saat Libur Panjang

Polda Metro Jaya Buat 16 Pos Pengamanan Saat Libur Panjang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Siapkan 2.999 Personel untuk Antisipasi Libur Panjang

Polda Metro Jaya Siapkan 2.999 Personel untuk Antisipasi Libur Panjang

Megapolitan
Komnas Perempuan Desak Bawaslu Tangsel Tindak Paslon yang Lecehkan Rahayu Saraswati

Komnas Perempuan Desak Bawaslu Tangsel Tindak Paslon yang Lecehkan Rahayu Saraswati

Megapolitan
Antisipasi Demo Tolak Omnibus Law Besok, Polisi: Kalau Anarkis, Kami Tindak Tegas

Antisipasi Demo Tolak Omnibus Law Besok, Polisi: Kalau Anarkis, Kami Tindak Tegas

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang di Jakarta Timur, Jalan Raya Jambore Banjir

Hujan Deras dan Angin Kencang di Jakarta Timur, Jalan Raya Jambore Banjir

Megapolitan
Warga Sebut di JPO Halte Kramat Cilandak Timur Rawan Penjambretan karena Sepi

Warga Sebut di JPO Halte Kramat Cilandak Timur Rawan Penjambretan karena Sepi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X