Seorang Siswa Dianiaya karena Tak Mau Ikut Tawuran

Kompas.com - 27/09/2018, 09:21 WIB
IlustrasiKOMPAS/HANDINING Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang siswa SMK Malaka, Jakarta Timur bernama Fahri (17) mengalami luka bacok di punggung karena tidak mau diajak tawuran pada Rabu (26/9/2018) kemarin.

Kapolsek Jakarta Timur Kompol Suhut mengatakan, kejadian bermula saat sejumlah tersangka pelaku yang mengaku sebagai alumni sekolah SMK Malaka mengajak teman korban Galang (16) dan Satrio (17) untuk ikut tawuran.

Selanjutnya para tersangka pelaku yang berjumlah tiga orang naik sepeda motor. Dua diantaranya berboncengan dengan Galang dan Satrio, sedangkan satu pelaku lain membawa sepeda motor sendiri.

Baca juga: Apabila Hukum Sudah Ditegakkan, Kenapa Tawuran Masih Terjadi, Pak?


Fahri dan beberapa temannya tidak setuju dengan ajakan tawuran tersebut dan mengejar para pelaku dan kedua temannya. Saat tiba di Jalan Kopi Robusta Kelurahan Pondok Kopin, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur salah satu pelaku turun dan membacok korban.

"Dalam pengejaran ada yang meneriaki begal sehingga pelaku meloncat dari boncengan dan mengeluarkan celurit serta membacok korban," kata Kompol Suhut dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.

Seorang pelaku kabur dan 2 diantaranya diamankan dan dipukuli warga karena dikira pelaku begal.

Kedua tersangka pelaku yang diamuk warga diamankan ke Polsek Duren Sawit sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X