Proses Penataan Kalimalang Diyakini Tidak Akan Mencemari Aliran Airnya

Kompas.com - 28/09/2018, 22:10 WIB
Desain revitalisasi Kalimalang yang diunggah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di akun Facebook dan Instagram miliknya. Desain direncanakan rampung dalam 100 hari ke depan. Kalimalang Baru rencananya bisa dinikmati warga Bekasi dan sekitarnya pada awal tahun 2020. dok. InstagramDesain revitalisasi Kalimalang yang diunggah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di akun Facebook dan Instagram miliknya. Desain direncanakan rampung dalam 100 hari ke depan. Kalimalang Baru rencananya bisa dinikmati warga Bekasi dan sekitarnya pada awal tahun 2020.

BEKASI, KOMPAS.com - Konseptor Penataan Kalimalang Sibarani Sofian mengatakan, proses penataan Kalimalang tidak akan mencemari air Kalimalang.

Sofian mengatakan, pihaknya akan memasang pagar pembatas di pinggir bantaran Kalimalang sehingga proses konstruksi penataan Kalimalang tidak mengganggu aliran airnya.

"Jadi, dalam implementasi dalam pembangunannya pun pastinya kita akan lakukan konstruksi itu di luar aliran sungai, jadi akan dibuatkan pagar pastinya," kata Sofian, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (28/9/2018).

Baca juga: Pembangunan Empat Zona Penataan Kalimalang Dilakukan Bertahap

Sofian menyebut, berdasarkan arahan dari dinas terkait, pihaknya akan berupaya meminimalisir intervensi terhadap aliran di badan Kalimalang.

"Saya rasa dengan metode konstruksi dan standar konstruksi yang sudah lebih baik, (pencemaran air) itu akan terhindarkan, ya. Tidak akan mencemari sungainya atau membuat sedimentasi," ujar Sofian.

Sebelumnya, Kepala Dinas lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Lutfi mengingatkan agar proses penataan Kalimalang diharapkan tidak mencemari air.

Sebab, hingga kini, air Kalimalang masih digunakan untuk menyuplai kebutuhan air bersih untuk Kota Bekasi dan DKI Jakarta.

"Konstruksi dari revitalisasi juga jangan sampai mencemari air, ya, harus tetap terjaga kualitas air di Kalimalang," kata Jumhana.

Baca juga: Wajah Kalimalang Akan Ditata dengan Empat Konsep Zona

Diketahui, penataan Kalimalang di wilayah Kota Bekasi yang direncanakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, akan terbagi empat zona yang akan mengubah wajah bantaran Kalimalang.

Empat zona tersebut yakni zona edukatif, ekologi, komunitas, dan komersil.

Adapun empat zona tersebut akan dibangun dari bantaran Kalimalang di Gerbang Tol Bekasi Timur hingga Gerbang Tol Bekasi Barat, dengan panjang 5,6 kilometer.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melunaknya Fraksi Nasdem DPRD DKI: Dulu Tukang Kritik, Kini Terus Dukung Kebijakan Anies

Melunaknya Fraksi Nasdem DPRD DKI: Dulu Tukang Kritik, Kini Terus Dukung Kebijakan Anies

Megapolitan
Polisi Harus Pasang Pelang 100 Meter Sebelum Titik Operasi Zebra

Polisi Harus Pasang Pelang 100 Meter Sebelum Titik Operasi Zebra

Megapolitan
Beragam Komentar Relawan Saat Prabowo Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Beragam Komentar Relawan Saat Prabowo Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Titik Operasi Zebra Jaya adalah Lokasi Rawan Kecelakaan dan Pelanggaran

Titik Operasi Zebra Jaya adalah Lokasi Rawan Kecelakaan dan Pelanggaran

Megapolitan
Tim Elang Laut Amankan 5 Pak Ogah dan Pemalak Sopir Truk

Tim Elang Laut Amankan 5 Pak Ogah dan Pemalak Sopir Truk

Megapolitan
3 Preman di Cakung yang Terekam Video Palak Sopir Truk Akhirnya Ditangkap

3 Preman di Cakung yang Terekam Video Palak Sopir Truk Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Majikan yang Aniaya ART di Cengkareng

Kronologi Penangkapan Majikan yang Aniaya ART di Cengkareng

Megapolitan
PUPR Serahkan Rusunawa Pasar Rumput ke Pemprov DKI Akhir 2019

PUPR Serahkan Rusunawa Pasar Rumput ke Pemprov DKI Akhir 2019

Megapolitan
Operasi Zebra Jaya Digelar Lagi, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Operasi Zebra Jaya Digelar Lagi, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Megapolitan
Pemprov DKI Kaji Tarif Sewa Rusunawa Pasar Rumput

Pemprov DKI Kaji Tarif Sewa Rusunawa Pasar Rumput

Megapolitan
BMKG: Suhu di Jakarta Diprediksi 35 Derajat Celsius, Waspada Angin Kencang

BMKG: Suhu di Jakarta Diprediksi 35 Derajat Celsius, Waspada Angin Kencang

Megapolitan
Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Megapolitan
Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Megapolitan
Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X