Dilema Pejalan Kaki dan Pengendara, antara Kurangnya Fasilitas dan Kesadaran

Kompas.com - 01/10/2018, 19:59 WIB
Dua mobil yang tertangkap kamera warga terparkir di trotoar jalan depan halte bus Pasar Burung Barito. Facebook/ Koalisi Pejalan KakiDua mobil yang tertangkap kamera warga terparkir di trotoar jalan depan halte bus Pasar Burung Barito.

"Kalau kita rujuk lagi, melihat fasilitasnya sekarang itu ada tapi tidak accesible. Jadi kalau kita bilang pejalan kaki harus dipaksakan melewati itu, yang harus kita tanya bagaimana nenek kita, kakek kita, disabilitas atau ibu hamil, mengakses JPO yang begitu curam," tutur Alfred.

Koalisi Pejalan Kaki menilai, perlu perhatian khusus dari dinas pemerintahan terkait untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas publik di jalan raya ini. Dengan demikian, fasilitas itu aman dan mudah diakses oleh segala kalangan.

Baca juga: Koalisi Pejalan Kaki Imbau Pemprov DKI Instruksikan Warga Bersihkan Trotoar

Alfred menegaskan, merupakan sesuatu yang tidak dibenarkan apabila sudah tersedia fasilitas namun pejalan kaki justru menyeberang di tempat yang tidak semestinya digunakan untuk menyeberang.

Akan tetapi, lagi-lagi, fasilitas yang tersedia sampai saat ini belum bisa dikatakan ramah bagi semua orang.

Terkecuali, jika memang tidak ada fasilitas penyeberangan jalan di sebuah ruas jalan raya, seseorang diperkenankan untuk menyeberang di sisi mana pun, selama memberikan tanda kepada pengendara yang melintas, misalnya melambaikan tangan agar diberi jalan.

Sisi pengendara

Para pengendara kerap tertangkap kamera memanfaatkan trotoar tak sesuai fungsinya, baik itu untuk jalan yang dilintasi sepeda motor atau area parkir bagi mobil.

Memarkirkan kendaraan di badan trotoar kerap terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta.

Misalnya, Koalisi Pejalan Kaki yang kemarin mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang adanya dua buah mobil yang terparkir di trotoar depan halte bus Pasar Burung Barito, Jakarta Selatan.

Berdasarkan aduan yang masuk, masyarakat sudah berulang kali melihat lokasi tersebut dijadikan sebagai area parkir mobil-mobil pribadi yang entah milik siapa.

"Sekalipun ada acara yang tengah digelar di sekitar tempat itu, tidak kemudian melegalkan seseorang boleh parkir sembarangan di atas trotoar. Tidak boleh digunakan untuk tempat parkir karena fungsinya trotoar bukan untuk itu," kata Alfred.

Baca juga: Sebuah Foto Perlihatkan Mobil Parkir Ngawur di Halte Bus Barito

Penindakan seperti derek, kunci roda dengan rantai, atau penggembosan yang dilakukan Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta nyatanya tidak juga menghilangkan kebiasaan buruk para pengendara untuk tidak memarkirkan kendaraannya di trotoar jalan.

Masyarakat, tidak hanya pengendara, tetapi juga para pejalan kaki harus diedukasi tentang hak dan kewajiban masing-masing agar tidak saling menyerobot hak orang lain saat hidup bersama di jalan raya.

...

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Tangerang Ingatkan Warganya untuk Isi Sensus Penduduk Online 2020

Wali Kota Tangerang Ingatkan Warganya untuk Isi Sensus Penduduk Online 2020

Megapolitan
Begini Kesepakatan 'Bagi Jatah' Koalisi Gerindra-PDI-P Jelang Pilkada Depok 2020

Begini Kesepakatan "Bagi Jatah" Koalisi Gerindra-PDI-P Jelang Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Jumlah Pengunjung Black Owl Positif Narkoba Bertambah

Jumlah Pengunjung Black Owl Positif Narkoba Bertambah

Megapolitan
Beredar Info Pembuatan SIM Kolektif Tanpa Tes, Polisi Sebut Itu Hoaks

Beredar Info Pembuatan SIM Kolektif Tanpa Tes, Polisi Sebut Itu Hoaks

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemeras Sopir Truk di Cengkareng

Polisi Tangkap Pemeras Sopir Truk di Cengkareng

Megapolitan
Yenny Sucipto Ikut Penjaringan Calon Wali Kota, Anggap Depok Stagnan 15 Tahun Terakhir

Yenny Sucipto Ikut Penjaringan Calon Wali Kota, Anggap Depok Stagnan 15 Tahun Terakhir

Megapolitan
Kisruh Rekomendasi Formula E hingga Tudingan Ketua DPRD, Anies Serahkan pada Sekda

Kisruh Rekomendasi Formula E hingga Tudingan Ketua DPRD, Anies Serahkan pada Sekda

Megapolitan
Polisi Geledah Rumah 2 Pria yang Bawa Alat Isap Sabu-sabu ke Polres Jaksel

Polisi Geledah Rumah 2 Pria yang Bawa Alat Isap Sabu-sabu ke Polres Jaksel

Megapolitan
Daftar Penjaringan di DPP PDIP, Mantan Sekjen FITRA Siap Maju Pilkada Depok

Daftar Penjaringan di DPP PDIP, Mantan Sekjen FITRA Siap Maju Pilkada Depok

Megapolitan
Warga Batan Indah Tak Khawatir dengan Radiasi Nuklir di Area Perumahan Mereka

Warga Batan Indah Tak Khawatir dengan Radiasi Nuklir di Area Perumahan Mereka

Megapolitan
2 Pengunjung Polres Metro Jaksel Ditangkap karena Bawa Alat Timbang dan Isap Sabu-sabu

2 Pengunjung Polres Metro Jaksel Ditangkap karena Bawa Alat Timbang dan Isap Sabu-sabu

Megapolitan
Pembangunan Stasiun MRT Monas Disebut Tak Akan Ganggu Formula E

Pembangunan Stasiun MRT Monas Disebut Tak Akan Ganggu Formula E

Megapolitan
Kapolda Metro Jaya Temui Anies, Bahas Pencegahan Tawuran hingga Peredaran Narkoba

Kapolda Metro Jaya Temui Anies, Bahas Pencegahan Tawuran hingga Peredaran Narkoba

Megapolitan
Imigrasi Catat Ada 7.588 WNA yang Tinggal di Bekasi, Didomimasi Warga Jepang

Imigrasi Catat Ada 7.588 WNA yang Tinggal di Bekasi, Didomimasi Warga Jepang

Megapolitan
Viral Maling Motor di Tanjung Priok, Polisi Selidiki Pelakunya

Viral Maling Motor di Tanjung Priok, Polisi Selidiki Pelakunya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X