Bea Cukai Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp 1,1 Miliar

Kompas.com - 02/10/2018, 11:47 WIB
Ribuan botol minuman keras ilegal dimusnahkan di Kantor Bea Cukai Marunda, Jakarta Utara, Selasa (2/10/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Ribuan botol minuman keras ilegal dimusnahkan di Kantor Bea Cukai Marunda, Jakarta Utara, Selasa (2/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan memusnahkan jutaan batang rokok dan ribuan botol minuman keras ilegal di Kantor Bea Cukai Marunda, Jakarta Utara, Selasa (2/10/2018).

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, barang-barang ilegal tersebut merupakan barang bukti dari tangkapan Bea Cukai Marunda selama dua tahun terakhir.

"Sebanyak 2.232.935 batang rokok dan 2.245 botol minuman keras dimusnahkan dalam kesempatan ini. Total nilai barang keseluruhan mencapai Rp 1.120.001.401 (Rp 1,1 miliar)," kata Heru saat memimpin pemusnahan.

Baca juga: 4 Hoaks Pekan Ini, dari Pesan Salah Kirim Paket hingga Lelang Bea Cukai


Heru menjelaskan, barang-barang tersebut dianggap ilegal karena kedapatan dilekati pita cukai palsu.

Ia menyebutkan, pengenaan sanksi adminstrasi atas pelanggaran tersebut berhasil menambah kas negara sebesar Rp 4.061.220.400.

Rokok dan minuman keras ilegal tersebut baru bisa dimusnahkan hari ini karena menunggu putusan pengadilan.

"Setelah ada putusan, kami harus eksekusi, keputusannya yang sekarang ini harus kami musnahkan jadi kami nanti secara simbolis  musnahkan," ujar Heru.

Batang-batang rokok ilegal itu dimusnahkan secara simbolis dengan cara dibakar. Sementara, botol-botol minuman keras ilegal dilindas menggunakan alat berat. Bau alkohol langsung menyengat saat botol-botol itu pecah.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Olah TKP Selesai, GT Rawamangun dan Jalan Tol Wiyoto Wiyono Kembali Dibuka

Olah TKP Selesai, GT Rawamangun dan Jalan Tol Wiyoto Wiyono Kembali Dibuka

Megapolitan
Baru Bebas, Kris Hatta Ditangkap Lagi atas Kasus Dugaan Penganiayaan

Baru Bebas, Kris Hatta Ditangkap Lagi atas Kasus Dugaan Penganiayaan

Megapolitan
Ditangkap di Lapas, Pemasok Narkoba untuk Nunung Seorang Narapidana

Ditangkap di Lapas, Pemasok Narkoba untuk Nunung Seorang Narapidana

Megapolitan
Tol Wiyoto Wiyono Arah Cawang Ditutup Sementara, Arus Kendaraan Dialihkan

Tol Wiyoto Wiyono Arah Cawang Ditutup Sementara, Arus Kendaraan Dialihkan

Megapolitan
Tiba di Kantor Nasdem, Anies Bilang Tak Bahas Urusan Politik

Tiba di Kantor Nasdem, Anies Bilang Tak Bahas Urusan Politik

Megapolitan
Tawuran di Petamburan, Warga Gunakan Petasan dan Batu

Tawuran di Petamburan, Warga Gunakan Petasan dan Batu

Megapolitan
Waspada Grooming, Modus Pencabulan Anak dengan Membangun Hubungan!

Waspada Grooming, Modus Pencabulan Anak dengan Membangun Hubungan!

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemasok Narkoba ke Nunung yang Sempat Buron

Polisi Tangkap Pemasok Narkoba ke Nunung yang Sempat Buron

Megapolitan
Diundang Surya Paloh, Anies Mengaku Hanya Akan Bicara Jakarta

Diundang Surya Paloh, Anies Mengaku Hanya Akan Bicara Jakarta

Megapolitan
Kebakaran Lahan Parkir di Pademangan, Belasan Kendaraan Ikut Hangus

Kebakaran Lahan Parkir di Pademangan, Belasan Kendaraan Ikut Hangus

Megapolitan
Semrawutnya Lalu Lintas di Sekitar Stasiun Palmerah yang Bikin Stres...

Semrawutnya Lalu Lintas di Sekitar Stasiun Palmerah yang Bikin Stres...

Megapolitan
Ada Olah TKP Kecelakaan Truk Pertamina, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Ada Olah TKP Kecelakaan Truk Pertamina, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Megapolitan
Pengacara Ini Akan Bersaksi untuk Kivlan Zen dalam Sidang Praperadilan

Pengacara Ini Akan Bersaksi untuk Kivlan Zen dalam Sidang Praperadilan

Megapolitan
Diundang Surya Paloh, Anies Direncanakan Datang ke DPP Nasdem

Diundang Surya Paloh, Anies Direncanakan Datang ke DPP Nasdem

Megapolitan
Politisi Demokrat Keluhkan Revitalisasi Trotoar Cikini, Ini Kata Pemprov DKI

Politisi Demokrat Keluhkan Revitalisasi Trotoar Cikini, Ini Kata Pemprov DKI

Megapolitan
Close Ads X