Keluarga Diminta Jadi Jaminan Ratna Sarumpaet sebagai Tahanan Kota

Kompas.com - 07/10/2018, 12:26 WIB
Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10/2018). Pelaku penyebaran berita bohong atau hoax itu ditangkap oleh pihak kepolisian di Bandara Soekarno Hatta saat akan pergi keluar negeri.ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10/2018). Pelaku penyebaran berita bohong atau hoax itu ditangkap oleh pihak kepolisian di Bandara Soekarno Hatta saat akan pergi keluar negeri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum aktivis Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, akan meminta keluarga kliennya menjadi jaminan dalam pengajuan Ratna sebagai tahanan kota.

Menurut rencana, kuasa hukum akan mengajukan Ratna sebagai tahanan kota pada Senin (8/10/2018) besok.

"Kami akan minta itu, pokoknya pihak keluarga terdekat. Yang menjamin itu kan dari pihak keluarga. Kami selaku pihak yang memohonkan," ujar Insank saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/10/2018).

Baca juga: Harus Minum Obat Tiap Hari, Alasan Ratna Sarumpaet Diajukan sebagai Tahanan Kota

Berdasarkan ketentuan, kata Insank, yang boleh dijadikan jaminan yakni pihak keluarga atau sejumlah uang.

Kuasa hukum lebih memilih pihak keluarga untuk dijadikan jaminan bahwa Ratna tidak akan lari dari kasus hukum yang menjeratnya.

"Kalau berdasarkan undang-undang kan jaminan itu pihak keluarga, bisa sejumlah uang yang dititipkan. (Yang diajukan kuasa hukum) tentunya dari pihak keluarga," kata dia.

Baca juga: 5 Fakta Dana Sponsor Rp 70 Juta dari Pemprov DKI untuk Ratna Sarumpaet ke Cile

Kuasa hukum akan mengajukan status tahanan kota mengingat kondisi Ratna yang harus mengonsumsi obat setiap harinya.

Usia Ratna yang tidak lagi muda juga menjadi pertimbangan lain kuasa hukum untuk mengajukan status tersebut.

"Beberapa kali disampaikan (oleh Ratna) bahwa, 'Saya ini setiap hari harus mengonsumsi obat'," ucap Insank.

Baca juga: Kuasa Hukum: Belum Ada Timses Prabowo yang Jenguk Ratna Sarumpaet

Ratna telah resmi ditahan sejak Jumat (5/10/2018) malam hingga 20 hari kemudian.

Alasan penahanan karena penyidik khawatir Ratna melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Sebelum ditahan, Ratna ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penyebaran kabar bohong atau hoaks soal penganiayaan dirinya oleh orang lain.

Baca juga: Ini Alasan Kuasa Hukum Akan Ajukan Ratna Sebagai Tahanan Kota

Ratna telah mengakui bahwa cerita tentang penganiayaan itu merupakan sebuah kebohongan.

Ia ditangkap pada Kamis (4/10/2018) malam di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, saat akan terbang ke Cile untuk menghadiri sebuah konferensi internasional.


Terkini Lainnya

15 Camat Dikawal Super Hero 'Avengers' Saat Diperiksa Bawaslu Sulsel

15 Camat Dikawal Super Hero "Avengers" Saat Diperiksa Bawaslu Sulsel

Regional
Sebelum Diterjang Angin Kencang, 4 Desa di Sukabumi Diguyur Hujan Es

Sebelum Diterjang Angin Kencang, 4 Desa di Sukabumi Diguyur Hujan Es

Regional
Hamili Mahasiswi, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Hamili Mahasiswi, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Regional
Hati-hati, Komplotan Begal Ini Incar Korban yang Taruh Ponsel di Speedometer

Hati-hati, Komplotan Begal Ini Incar Korban yang Taruh Ponsel di Speedometer

Megapolitan
Rusia Tuduh AS Kirim Bantuan ke Venezuela sebagai Taktik Militer

Rusia Tuduh AS Kirim Bantuan ke Venezuela sebagai Taktik Militer

Internasional
Polisi Tak Tahan Joko Driyono karena Dinilai Kooperatif

Polisi Tak Tahan Joko Driyono karena Dinilai Kooperatif

Nasional
Kereta yang Alami Gangguan Dievakuasi, KRL Jakarta-Bogor Mulai Dijalankan

Kereta yang Alami Gangguan Dievakuasi, KRL Jakarta-Bogor Mulai Dijalankan

Megapolitan
Biografi Tokoh Dunia: George Washington, Pendiri dan Presiden Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: George Washington, Pendiri dan Presiden Pertama AS

Internasional
Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Regional
'Mereka Harus Dihukum Mati, Nyawa Dibayar Nyawa'

"Mereka Harus Dihukum Mati, Nyawa Dibayar Nyawa"

Regional
KRL yang Alami Gangguan di Stasiun Lenteng Agung Sempat Keluarkan Asap

KRL yang Alami Gangguan di Stasiun Lenteng Agung Sempat Keluarkan Asap

Megapolitan
Tenggak Miras Palsu, 25 Pekerja Perkebunan Teh di India Tewas

Tenggak Miras Palsu, 25 Pekerja Perkebunan Teh di India Tewas

Internasional
Bau Sampah dari TPA Cipeucang Sering Tercium hingga Stasiun Serpong

Bau Sampah dari TPA Cipeucang Sering Tercium hingga Stasiun Serpong

Megapolitan
DKI Disarankan Ajukan Gugatan untuk Kembalikan Kerugian Lahan Cengkareng Barat

DKI Disarankan Ajukan Gugatan untuk Kembalikan Kerugian Lahan Cengkareng Barat

Megapolitan
Jaksa Ajukan 10 Saksi Pada Sidang Lanjutan 'Vlog Idiot' Ahmad Dhani

Jaksa Ajukan 10 Saksi Pada Sidang Lanjutan "Vlog Idiot" Ahmad Dhani

Regional

Close Ads X