Penyandang Disabilitas Kecewa atas Pelayanan Volunter Asian Para Games - Kompas.com

Penyandang Disabilitas Kecewa atas Pelayanan Volunter Asian Para Games

Kompas.com - 08/10/2018, 15:12 WIB
Panitia Asian Para Games menyediakan puluhan kendaraan ojek disabiltitS untuk membantu mengantarkan para atlet dan pengunjung Asian Para Games untuk sampai ke venue tujuan yang berada di dalam kawasan Gelora Bung Karno  (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA Panitia Asian Para Games menyediakan puluhan kendaraan ojek disabiltitS untuk membantu mengantarkan para atlet dan pengunjung Asian Para Games untuk sampai ke venue tujuan yang berada di dalam kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Federasi Penyandang Cacat untuk Indonesia, Mahmud Fasa,  kecewa atas pelayanan para volunter Asian Para Games 2018 di Gelora Bung Karno (GBK).

Ia menilai para volunter itu masih belum hafal letak arena-arena (venue-venue) pertandingan dan pintu-pintu masuk di arena GBK. Kondisi itu mempersulit pengunjung disabilitas yang ingin menuju ke arena pertandingan.

"Saya kecewa dengan pelayanan volunter. Padahal saya dilibatkan dalam pelatihan 8.000 volunter terkait pelayanan kepada kaum disabilitas," ujar Mahmud saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/10/2018).

"Tapi kenyataannya mereka itu terlihat belum paham dan hafal letak venue. Kalau ada pengunjung disabilitas yang bertanya dimana letak venue, mereka mengarahkan ke arah yang salah sehingga kami bisa mondar-mandir mencari venue itu," ujar dia.

Baca juga: Ini Tiga Zona Hiburan di GBK yang Bisa Dinikmati Pengunjung Asian Para Games

Mahmud mengatakan, tolak ukur keberhasilan Asian Para Games 2018 bukan hanya kepuasaan pelayanan kepada para atlet yang turut bertanding. Kesuksesan pesta olahraga itu juga harus diukur dari kepuasan pengunjung disabilitas.

Ia berharap pelayanan volunter tersebut tidak mencoreng nama Indonesia di mata dunia sebagai tuan rumah Asian Para Games 2018.

"Volunter mungkin hanya memperhatikan kepuasaan atlet. Seharusnya kepuasan pengunjung juga harus diutamakan. Kami dibuat kebingungan padahal kami punya keterbatasan. Jangan sampai nama baik Indonesia jadi jelek," kata Mahmud.

"Kami juga capek kan kalau disuruh mondar-mandir. Kami punyak hak yang sama untuk dilayani dengan baik," ujar dia. 

Ajang Asian Para Games 2018 digelar pada 6-13 Oktober 2018 ini. Pesta olahraga ini diikuti sekitar 3.000 atlet dan ofisial dari 43 negara peserta dengan melibatkan 8.000 relawan, 5.000 pekerja lapangan, dan diliput 800 media dari dalam dan luar negeri.


Terkini Lainnya

Curhat Suporter Saat Sriwijaya FC Terdegradasi: Patah Hati hingga Minta Manajemen Dirombak

Curhat Suporter Saat Sriwijaya FC Terdegradasi: Patah Hati hingga Minta Manajemen Dirombak

Regional
Topik soal Ekonomi, Pendidikan, Korupsi, serta Kerukunan Dinilai Penting Jadi Topik Debat Pilpres

Topik soal Ekonomi, Pendidikan, Korupsi, serta Kerukunan Dinilai Penting Jadi Topik Debat Pilpres

Nasional
Kontemplasi Demokrasi

Kontemplasi Demokrasi

Nasional
Pemkot Depok Gelar 'Job Fair', 40 Perusahaan Tawarkan 2.000 Lowongan Pekerjaan

Pemkot Depok Gelar "Job Fair", 40 Perusahaan Tawarkan 2.000 Lowongan Pekerjaan

Megapolitan
Kisah Risma Saat Menerima Guangzhou Awards 2018, Cerita tentang Sampah hingga Pentingnya Waduk

Kisah Risma Saat Menerima Guangzhou Awards 2018, Cerita tentang Sampah hingga Pentingnya Waduk

Regional
2 Anggota TNI yang Ditembak KKB Belum Dievakuasi dari Nduga Papua karena Cuaca Buruk

2 Anggota TNI yang Ditembak KKB Belum Dievakuasi dari Nduga Papua karena Cuaca Buruk

Regional
Wapres Kalla Minta Menag Pangkas Daftar Tunggu Haji

Wapres Kalla Minta Menag Pangkas Daftar Tunggu Haji

Nasional
Ma'ruf Amin Yakin Suara NU Solid hingga Akar Rumput

Ma'ruf Amin Yakin Suara NU Solid hingga Akar Rumput

Nasional
Kemendikbud Umumkan Jadwal SKB CPNS, Ini Informasi Lengkapnya

Kemendikbud Umumkan Jadwal SKB CPNS, Ini Informasi Lengkapnya

Nasional
Puluhan Keluarga Korban JT 610 Tolak Pemberian Santunan dari Lion Air

Puluhan Keluarga Korban JT 610 Tolak Pemberian Santunan dari Lion Air

Megapolitan
Pesan Makanan Pakai Uber Eats, Pria Ini Malah Dapat Celana Dalam Kotor

Pesan Makanan Pakai Uber Eats, Pria Ini Malah Dapat Celana Dalam Kotor

Internasional
Buntut Penangkapan Petinggi Huawei, Eks Diplomat Kanada Ditahan China

Buntut Penangkapan Petinggi Huawei, Eks Diplomat Kanada Ditahan China

Internasional
Sekolah Gratis Berlaku bagi Siswa SD dan SMP Swasta Tidak Mampu di Depok

Sekolah Gratis Berlaku bagi Siswa SD dan SMP Swasta Tidak Mampu di Depok

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Kebayoran Baru

Pohon Tumbang Timpa Mobil di Kebayoran Baru

Megapolitan
1.096 Pekerja di DKI Akan Dapatkan Kartu Pekerja

1.096 Pekerja di DKI Akan Dapatkan Kartu Pekerja

Megapolitan

Close Ads X