Fraksi Hanura Ingin Wagub DKI Terpilih "Orang Dalam" DPRD

Kompas.com - 09/10/2018, 14:48 WIB
Ketua DSW Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta Abdurahman Suhaimi, Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto sekaligus kandidat wagub DKI, dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo di depan rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Jalan Imam Bonjol, Selasa (25/9/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Ketua DSW Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta Abdurahman Suhaimi, Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto sekaligus kandidat wagub DKI, dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo di depan rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Jalan Imam Bonjol, Selasa (25/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta Syarifuddin mengatakan, fraksinya sudah punya sikap soal siapa yang akan menjadi wakil gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Sandiaga Uno. Menurut dia, fraksinya lebih suka jika orang yang terpilih sebagai wakil gubernur berasal dari anggota DPRD DKI Jakarta.

"Kami sudah sepakat kelihatannya, kami senang kalau kader yang muncul untuk menjadi wagub itu orang dari dalam sendiri, artinya dari DPRD DKI," ujar Syarifuddin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa (9/10/2018).

Calon wagub yang berasal dari anggota DPRD DKI Jakarta dinilai sudah mengetahui permasalahan di Jakarta. Selain itu, kata Syarifuddin, anggota Dewan yang menjadi calon wagub dinilai sudah memahami proses penyusunan anggaran di Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Belum Deal Cawagub DKI, PKS Akui Tak Mudah Komunikasi dengan Gerindra


Dengan begitu, wagub yang baru tidak merasa asing lagi dengan masalah yang dihadapinya. Syarifuddin menambahkan, anggota DPRD DKI Jakarta juga sudah memahami Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pemerintahan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno karena ikut membahas penyusunannya.

"Itu semua jadi alasan mengapa anggota DPRD yang maju jadi calon wagub punya nilai lebih. Teman-teman di sini sudah paham betul Jakarta mau seperti apa ke depan," ujar dia.

Selain itu, hubungan antara eksekutif dan legislatif juga lebih erat lagi.

"Hubungan kami lebih harmonis lagi karena sudah kenal," kata Syarifuddin.

Soal kapan nama cawagub diajukan, Syarifuddin menyerahkan hal itu kepada dua partai pengusung, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.

Menurut dia, partainya tidak memiliki hak untuk mendorong percepatan.

Posisi wagub DKI kini kosong setelah ditinggalkan Sandiaga Uno yang memilih maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019. Dua partai pengusung Sandi saat Pilkada, yaitu PKS dan Partai Gerindra, harus mengajukan dua kandidat wagub pengganti Sandiaga.

DPRD DKI nanti akan memilih satu dari dua kandidat itu. PKS sudah punya dua kandidat yaitu Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Achmad Syaikhu. Sementara Gerindra hingga saat ini belum menentukan nama calon yang akan diajukan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X