Lagi, RS Bina Estetika Tolak Beri Keterangan soal Ratna Sarumpaet kepada Polisi

Kompas.com - 09/10/2018, 14:57 WIB
Kuasa hukum RS Bina Estetika, Arrisman memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet, Kamis (4/10/2018).   Kompas.com/Sherly Puspita Kuasa hukum RS Bina Estetika, Arrisman memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet, Kamis (4/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak RS Bina Estetika kembali menolak diperiksa penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa (9/10/2018). 

Pemeriksaan terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet

Kuasa Hukum RS Bina Estetika Arrisman mengatakan, kliennya, dr. Sidik belum bersedia memberikan keterangan kepada penyidik hari ini.

Baca juga: Kasus Ratna Sarumpaet, Polisi Periksa Dokter RS Bina Estetika


Hal itu disebabkan karena izin pengadilan mengenai pemeriksaan tersebut belum keluar.

"Kami tetap menolak (memberikan keterangan), tetap menolak," ujar Arrisman saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/10/2018).

"Kami keberatan untuk memberikan keterangan," sambung dia. 

Baca juga: Polisi Kembali Panggil RS Bina Estetika Terkait Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Pihak rumah sakit sebelumnya pernah menolak memberikan data medis Ratna kepada polisi. 

"Dari tadi siang diminta keterangan dari Direktur RS dr. Dede Kristian, baru selesai. Kami pada prinsipnya tidak bisa memberikan data medis sebelum ada perintah pengadilan. Kami menunggu perintah pengadilan, baru itu bisa dilakukan. Jadi baru bicara garis besar saja,"ujar Arrisman di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/10/2018).

Meski demikian, Arrisman membenarkan bahwa pada 21 September 2018, RS Bina Estetika menerima pasien atas nama Ratna Sarumpaet.

Baca juga: RS Bina Estetika Tolak Berikan Data Medis Ratna Sarumpaet ke Polisi

Sebelumnya diberitakan, Ratna telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan karena kasus hoaks tentang pengeroyokannya di Bandung pada 21 September lalu.

Ratna ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat akan menuju Cile untuk mengikuti konferensi internasional.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X