Sebelum Membunuh, Pelaku Ajak Pelajar yang Tewas di Depok Nonton Warga Mancing Belut

Kompas.com - 09/10/2018, 15:35 WIB
AR, warga Sawangan, Depok diamankan Polres Depok atas kasus pembunuhan yang dilakukan terhadap seorang pelajar berinisial AA, di Kali Ciputat, Sawangan, Depok, Sabtu (6/10/2018). Motif pembunuhan karena pelaku ingin merampas ponsel korban, Selasa (9/10/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAAR, warga Sawangan, Depok diamankan Polres Depok atas kasus pembunuhan yang dilakukan terhadap seorang pelajar berinisial AA, di Kali Ciputat, Sawangan, Depok, Sabtu (6/10/2018). Motif pembunuhan karena pelaku ingin merampas ponsel korban, Selasa (9/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo mengatakan, AR, pembunuh pelajar berinisial AA, mengajak korbannya ke sebuah empang untuk mengambil ponsel milik korban.

AR berpura-pura mengajak AA ke empang untuk melihat warga memancing belut. Sebelum sampai di lokasi atau saat berada di pinggit kali, AR menusuk AA dan merampas ponsel miliknya.

"Alasan mau ikut ke empang karena diajak mau mancing belut," ujar Suprasetyo di Mapolres Depok, Selasa (9/10/2018).

Baca juga: Pelaku Pernah Satu Sekolah dengan Pelajar yang Dibunuh di Depok


Secara terpisah, Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan, AR dan AA saling mengenal. Keduanya pernah satu sekolah saat duduk di sekolah dasar.

Rumah AR dan AA juga berada di kelurahan yang sama yaitu Kelurahan Cinangka. Hal itu yang membuat AA tidak menaruh kecurigaan terhadap AR saat diajak ke empang.

Namun, saat sebelum sampai di lokasi yang dituju, AR menusuk AA beberapa kali. Kemudian, AA yang tidak berdaya didorong oleh AR ke dekat kali.

AR kemudian merampas ponsel milik AA dan pergi meninggalkan AA yang tidak sadarkan diri.

"Pelaku selama ini sudah saling mengenal. Tempat nongkrong korban di depan minimarket tempat pelaku kerja sebagai tukang parkir. Jadi sudah saling mengenal walaupun tidak terlalu dekat," ujar Didik.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Pelajar SMP di Depok

Jenazah AA ditemukan di pinggir kali Ciputat, Sawangan, Depok, Sabtu lalu. Saat ditemukan, terdapat luka sayatan di leher dan tubuh AA.

Dari rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi ditemukannya jenazah AA, seorang pria ada bersama AA sebelum pelajar kelas 3 SMP itu ditemukan tewas.

Polisi lalu membentuk tim khusus dan menangkap AR di kawasan Cipete. Motif pembunuhan karena AR ingin merampas ponsel milik AA yang akan dijual untuk membeli narkoba.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Megapolitan
Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Megapolitan
Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Megapolitan
Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Megapolitan
Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Megapolitan
Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Megapolitan
Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Megapolitan
Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Megapolitan
Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Megapolitan
Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Bocah 8 Tahun yang Dicabuli Tetangga Alami Trauma hingga Tak Mau Sekolah

Bocah 8 Tahun yang Dicabuli Tetangga Alami Trauma hingga Tak Mau Sekolah

Megapolitan
Pria 42 Tahun Dituduh Cabuli Bocah 8 Tahun di Jakarta Timur

Pria 42 Tahun Dituduh Cabuli Bocah 8 Tahun di Jakarta Timur

Megapolitan
Menjajal Bus Zhong Tong yang Telah Beroperasi Sepekan

Menjajal Bus Zhong Tong yang Telah Beroperasi Sepekan

Megapolitan
Cerita Fans K-pop Ditawari Pasang Billboard Berisi Tampangnya di Bekasi

Cerita Fans K-pop Ditawari Pasang Billboard Berisi Tampangnya di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X