Warga Kampung Pulo Minta Ciliwung Dikeruk, Dinas SDA Akan Bersurat ke BBWSCC

Kompas.com - 10/10/2018, 05:00 WIB
Sungai Ciliwung di Kawasan Bukit Duri, Jakarta yang sebagian bantarannya sudah dinormalisasi, Jumat (18/8/2017). Di sepanjang bantaran yang sudah dinormalisasi juga dibangun jalan inspeksi. KOMPAS/HERU SRI KUMOROSungai Ciliwung di Kawasan Bukit Duri, Jakarta yang sebagian bantarannya sudah dinormalisasi, Jumat (18/8/2017). Di sepanjang bantaran yang sudah dinormalisasi juga dibangun jalan inspeksi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki musim penghujan, Ketua RT 013 RW 003 Kampung Pulo, Adin, mengatakan, luapan atau bajir dari Sungai Ciliwung menjadi salah satu yang diantisipasi.

Ia mengatakan, warga sudah lama berharap dan meminta agar Sungai Ciliwung dikeruk.

Alasannya, pada Februari lalu, kawasan tersebut masih tergenang banjir setinggi dua meter akibat luapan Ciliwung.

" Warga mengusulkan agar Ciliwung dikeruk karena saat ini kondisinya dangkal. (Dikeruk) Agar bisa menampung debit air yang lebih tinggi lagi dan tidak timbul genangan," kata Andin, Selasa (9/10/2018).

Baca juga: Memasuki Musim Penghujan, Waduk Poncol Ragunan Dikeruk

Andin menyebut, air tersebut meluap dari dinding parapet yang menjadi pembatas Ciliwung dan jalan inspeksi.

Terkait hal itu, Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar menuturkan, akan bersurat ke Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta untuk meminta agar kali sepanjang 1,9 kilometer di Jatinegara itu segera dikeruk.

Karena sebenarnya, warga sudah lama mengusulkan agar kali tersebut dikeruk. Ia berharap, proses pengerukan dilakukan secepatnya sebelum musim hujan tiba.

"Kita akan buat surat permohonan ke Dinas SDA agar Ciliwung cepat dikeruk sebelum musim hujan. Karena sebentar lagi musim hujan," ujar Nasrudin.

Baca juga: Awan Penghujan Tak Kunjung Muncul, Modifikasi Cuaca Dihentikan

Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Teguh Hendrawan saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bisa saja mengeruk kali tersebut.

Namun, ia harus bersurat terlebih dulu ke Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane ( BBWSCC) sebagai pihak yang berwenang atas kali tersebut.

"Tapi, kita berjanji kalau bisa akan mengeruk secepatnya karena adanya usulan warga dan ini dianggap darurat, mengingat kawasan itu masih tergenang saat musim hujan," tutur Teguh.

"Kita akan bersurat ke BBWSCC dan ditargetkan mulai pekan depan sudah mulai dilakukan pengerukan karena sifatnya darurat dan permintaan warga," ujar dia.

Titik Ciliwung yang akan dikeruk, lanjut dia, sepanjang sekitar 1,9 kilometer, mulai dari jembatan Jalan KH Abdullah Syafei Kampung Melayu hingga jembatan Tong Tek Bukit Duri.

Jika rencana ini terlaksana, pihaknya akan mengerahkan delapan alat berat jenis amphibi long arm.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepada Majelis Hakim, Dwi Sasono Minta Pengurangan Hukuman

Kepada Majelis Hakim, Dwi Sasono Minta Pengurangan Hukuman

Megapolitan
Akibat Pandemi Covid-19, Tender MRT Harmoni-Kota 2 Kali Gagal Lelang

Akibat Pandemi Covid-19, Tender MRT Harmoni-Kota 2 Kali Gagal Lelang

Megapolitan
Kota Bogor Zona Merah, Kasus Positif Terus Meningkat

Kota Bogor Zona Merah, Kasus Positif Terus Meningkat

Megapolitan
Kapolres Jaksel Sebut Tak Ada Bentrokan di TMP Kalibata

Kapolres Jaksel Sebut Tak Ada Bentrokan di TMP Kalibata

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Penjual Narkoba di Hotel Kawasan Cempaka Putih

Polisi Tangkap 5 Penjual Narkoba di Hotel Kawasan Cempaka Putih

Megapolitan
Diduga Depresi, Pemuda di Bekasi Tewas Gantung Diri di Rumah

Diduga Depresi, Pemuda di Bekasi Tewas Gantung Diri di Rumah

Megapolitan
Bentrokan di TMP Kalibata, Saksi Sebut Demonstran Lari Kocar-kacir

Bentrokan di TMP Kalibata, Saksi Sebut Demonstran Lari Kocar-kacir

Megapolitan
Jadi Tempat Isolasi, Wisma Jakarta Islamic Centre Khusus Pasien OTG Warga Jakut

Jadi Tempat Isolasi, Wisma Jakarta Islamic Centre Khusus Pasien OTG Warga Jakut

Megapolitan
Sebelum Bentrokan Terjadi, Sejumlah Purnawirawan Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

Sebelum Bentrokan Terjadi, Sejumlah Purnawirawan Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

Megapolitan
UPDATE 30 September: Bertambah 9 Kasus Positif dan 9 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 30 September: Bertambah 9 Kasus Positif dan 9 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Komnas Perempuan Harap Pelaku Peras Payudara di Pondok Aren Ditangkap

Komnas Perempuan Harap Pelaku Peras Payudara di Pondok Aren Ditangkap

Megapolitan
Bocah di Bekasi yang Lantunkan Ayat Al Quran saat Dirawat di RSPAD Meninggal Dunia

Bocah di Bekasi yang Lantunkan Ayat Al Quran saat Dirawat di RSPAD Meninggal Dunia

Megapolitan
Bentrok di TMP Kalibata, Kaca Angkot Pecah

Bentrok di TMP Kalibata, Kaca Angkot Pecah

Megapolitan
Jenazah Dokter Aborsi Ilegal Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Jenazah Dokter Aborsi Ilegal Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
Atasi Pengangguran, Pemkot Tangerang Buka Balai Latihan Kerja di Kelurahan

Atasi Pengangguran, Pemkot Tangerang Buka Balai Latihan Kerja di Kelurahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X