Amien Rais Minta Jokowi Copot Kapolri - Kompas.com

Amien Rais Minta Jokowi Copot Kapolri

Kompas.com - 10/10/2018, 11:22 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10/2018). DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Hal ini disampaikan Amien saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018).

"Saya enggak akan panjang-panjang, saya minta ke Pak Jokowi supaya Pak Kapolri Tito segera dicopot. Alasannya, Anda cari sendiri," ujar Amien, Rabu.

Meski demikian Ia tak menjelaskan secara jelas mengapa ia melontarkan permintaan tersebut. 

Baca juga: Didampingi Hanum Rais, Amien Rais Penuhi Panggilan Polisi

"Saya yakin stok pimpinan Polri yang jujur dan mengabdi bangsa negara masih banyak untuk ganti Pak Tito. Kita cinta polisi sebagai keamanan nasional tapi kalau ada oknum yang enggak benar harus diganti," sebutnya.

Amien Rais memenuhi panggilan kedua Polda Metro Jaya sebagai saksi atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet hari ini, Rabu (10/10/2018). Amien tiba di Mapolda Metro Jaya pada pukul 10. 12 WIB.

Amien akan menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus penyebaran berita bohong atau hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet.

Baca juga: Amien Rais Nilai Janggal Pemanggilannya sebagai Saksi Kasus Ratna Sarumpaet

Tak hanya Hanum, masa PA 212 juga mendampingi Amien saat pemeriksaan ini. Mereka menggelar aksi di depan Mapolda Metro Jaya.

Amien bersama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, serta kader partai lainnya sempat bertemu Ratna Sarumpaet pada Selasa (2/10/2018). Hal ini lah yang menjadi dasar pemanggilan Amien sebagai saksi.

Kepada mereka, Ratna mengaku dianiaya pada 21 September 2018 oleh sejumlah orang tak dikenal, di sekitar bandara internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Penjelasan Polisi soal Pemeriksaan Amien Rais yang Dinilai Janggal

Namun, pada Rabu (3/10/2018) sore, Ratna mengakui bahwa cerita penganiayaan yang dialaminya hanya bohong belaka.

Sebelum memeriksa Amien polisi telah memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal sebagai saksi atas kasus ini pada Selasa (9/10/2018).


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:


Close Ads X