Massa Pengawal Amien Rais Shalat Berjamaah di Depan Polda Metro Jaya

Kompas.com - 10/10/2018, 12:42 WIB
Massa pengawal Amien Rais shalat zuhur di depan PMJ, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018). KOMPAS.com/Ryana Aryadita Massa pengawal Amien Rais shalat zuhur di depan PMJ, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa aksi kawal pemeriksaan Amien Rais shalat zuhur berjemaah di depan Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018).

Mereka mendirikan shalat di salah satu lajur Jalan Jenderal Sudirman yang ditutup dan dikhususkan untuk aksi.

Massa shalat beralaskan tikar, kardus, dan spanduk yang dibawa. 

Baca juga: Ketua PA 212 dan Hanafi Rais Diizinkan Masuk Mendampingi Amien Rais

Para jemaah sebelumnya mengambil wudhu dari air mineral botol yang dibawa maupun dibeli.

Setelah shalat zuhur, massa kembali melakukan aksinya dengan berorasi sembari menunggu pemeriksaan mantan Ketua MPR Amien Rais terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Sebelumnya, para massa berkumpul di Masjid Al-Munawaroh, Pancoran, Jakarta Selatan untuk mengawal Amien melakukan pemeriksaan sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Baca juga: Amien Rais Minta Jokowi Copot Kapolri

Sekretaris Jenderal PA 212 Ustadz Bernard Abdul Jabbar menyebut ada 500 hingga 1.000 massa yang akan mengawal pemeriksaan Amien Rais. 

Hingga pukul 12.30, Amien masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai saksi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X