Petugas Pancing Buaya di Kali Anak Ciliwung Menggunakan Ayam Hidup

Kompas.com - 10/10/2018, 17:01 WIB
Kondisi di kolong jembatan Mal Mangga Dua Square, Jalan Gunung Sahari, yang diduga menjadi lokasi beradanya buaya, Rabu (10/10/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Kondisi di kolong jembatan Mal Mangga Dua Square, Jalan Gunung Sahari, yang diduga menjadi lokasi beradanya buaya, Rabu (10/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Buaya yang berada di Kali Anak Ciliwung, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, dipancing untuk muncul ke permukaan dengan menggunakan seekor ayam hidup.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA DKI Jakarta Ida Harwati mengatakan, petugas sebelumnya telah memancing buaya dengan menggunakan potongan kepala ayam tapi tak membuahkan hasil.

"Sore ini kita belikan ayam hidup untuk pancingan dia keluar dari sarangnya, tapi belum keluar juga," kata Ida, di lokasi pencarian, Rabu (10/10/2018) sore.

Baca juga: Petugas Duga Ada Orang Melepas Buaya Senyulong di Kali Anak Ciliwung

Ida menuturkan, petugas juga sudah berupaya memancing buaya muncul ke permukaan dengan cara menyisir area yang diduga menjadi sarang buaya-buaya itu.

"Tadi pagi sudah digiring, sudah diubek-ubek, sampai rumahnya dia pun sudah diacak-acak tapi belum ketemu," kata dia.

Selain itu, petugas juga sudah memasang jaring di sekitar area sarang buaya untuk melokalisir pergerakan buaya yang disebut berjenis buaya muara dan buaya senyulong itu.

Pantauan Kompas.com di lokasi, petugas masih berjaga di lokasi pencarian dan menanti kemunculan buaya ke permukaan air.

Baca juga: Sarang Buaya Ditemukan di Bawah Jembatan Menuju Mal Mangga Dua Square

Diberitakan sebelumnya, petugas UPK Badan Air Kecamatan Pademangan menemukan buaya di Kali Anak Ciliwung ketika mereka menyisir kali itu untuk mencari sampah.

Upaya pencarian buaya pun sudah dilakukan sejak Selasa (9/10/2018) pagi kemarin melibatkan petugas BKSDA dan Polisi Hutan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X