Polisi Tambah 4 Kamera CCTV di Rutan yang Dihuni Ratna Sarumpaet - Kompas.com

Polisi Tambah 4 Kamera CCTV di Rutan yang Dihuni Ratna Sarumpaet

Kompas.com - 11/10/2018, 12:29 WIB
Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiyaan terhadap dirinya di Kediaman Ratna Sarumpaet, Kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu (3/10/2018). Dalam konfrensi pers tersebut Ratna Sarumpaet mengaku telah merekayasa kabar terjadi penganiyaan terhadap dirinya pada 21 September 2018 di Bandung,  namun sesungguhnya dirinya menemui dokter ahli bedah plastik di Jakarta untuk menyedot lemak di pipi sehingga menimbulkan muka lebam. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama/18ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiyaan terhadap dirinya di Kediaman Ratna Sarumpaet, Kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu (3/10/2018). Dalam konfrensi pers tersebut Ratna Sarumpaet mengaku telah merekayasa kabar terjadi penganiyaan terhadap dirinya pada 21 September 2018 di Bandung, namun sesungguhnya dirinya menemui dokter ahli bedah plastik di Jakarta untuk menyedot lemak di pipi sehingga menimbulkan muka lebam. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama/18

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian memperketat penjagaan di rumah tahanan (rutan) yang dihuni tersangka penyebaran kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya memperketat pengawasan dengan menambah 4 kamera CCTV.

"Intinya bahwa yang bersangkutan atau tersangka RS ini di lokasi rutan Polda Metro Jaya, kami tambah 4 kamera CCTV. Nanti kami bisa memantau keluar masuknya orang siapa yang besuk, siapa yang datang, kami bisa tahu di situ," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Polisi Ambil Rekam Medis Ratna dari RS Bina Estetika

Selain penambahan kamera CCTV, pihaknya juga menyiapkan makanan khusus untuk Ratna yang disajikan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya.

"Selain itu juga beberapa makanan yang disajikan dilakukan security food oleh dokter Polda Metro Jaya," ujarnya. 

Sebelumnya, Ratna ditahan di Mapolda Metro Jaya sejak Jumat (5/10/2018) karena kasus penyebaran hoaks tentang pengeroyokannya.

Baca juga: Polisi Kembali Periksa Ratna Sarumpaet Terkait Kasus Penyebaran Hoaks

Terkait kasus ini, polisi telah memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais sebagai saksi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X