Buaya Berukuran Kecil Terlihat di Kali Anak Ciliwung

Kompas.com - 11/10/2018, 13:49 WIB
Petugas berupaya mencari buaya di Kali Anak Ciliwung, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Kamis (11/10/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Petugas berupaya mencari buaya di Kali Anak Ciliwung, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Kamis (11/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Buaya berukuran sekitar 90 sentimeter muncul di Kali Anak Ciliwung, Kamis (11/10/2018) siang sekitar pukul 12.40 WIB. Buaya itu tampak berjemur di sebatang kayu yang berada di tengah aliran sungai.

Kompas.com melihat buaya itu hanya menampakkan diri beberapa detik, tak sampai satu menit. Setelahnya, buaya kembali masuk ke dalam air dan tak terlihat lagi.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta tak berhasil menangkap buaya berjenis senyulong itu.

"Iya itu jenisnya senyulong, tapi ukurannya lebih kecil daripada yang kemarin. Apa jangan-jangan ada banyak kita enggak tahu juga," kata seorang petugas BKSDA DKI Jakarta.

Baca juga: Demi Keselamatan Warga, Buaya di Kali Anak Ciliwung Harus Dievakuasi

Buaya itu terlihat di luar area yang telah dipasangi jaring sebelumnya. Petugas belum bisa memastikan apakah buaya itu buaya yang sama dengan yang ditemukan beberapa hari lalu.

Sebelumnya, petugas UPK Badan Air Kecamatan Pademangan menemukan buaya di Kali Anak Ciliwung ketika mereka menyisir kali itu untuk membersihkan sampah.

Upaya pencarian buaya pun sudah dilakukan sejak Selasa pagi dengan melibatkan petugas BKSDA dan polisi hutan. Proses pencarian rencananya akan diakhiri hari ini.

Baca juga: Memburu Buaya di Kali Anak Ciliwung...

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X