Rusunami DP 0 untuk Warga DKI Berpenghasilan Rp 4 Juta-Rp 7 Juta - Kompas.com

Rusunami DP 0 untuk Warga DKI Berpenghasilan Rp 4 Juta-Rp 7 Juta

Kompas.com - 11/10/2018, 15:24 WIB
Rumah DP 0 rupiah, Klapa Village, Jaktim, Senin (8/10/2018)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Rumah DP 0 rupiah, Klapa Village, Jaktim, Senin (8/10/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah susun sederhana milik ( rusunami) DP 0 rupiah di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, diperuntukkan bagi warga yang mempunyai KTP DKI Jakarta.

Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan mengatakan, warga tersebut harus berpenghasilan Rp 4 juta hingga Rp 7 juta.

"Harus KTP DKI Jakarta dengan penghasilan maksimal Rp 7 juta, (minimalnya) Rp 4 juta," kata Yoory saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Rusunami DP 0 Rupiah di Pondok Kelapa Diluncurkan Jumat Besok


Namun, Yoory enggan menjelaskan lebih lanjut terkait sistem pembelian rusunami DP 0 tersebut.

Ia beralasan, PD Pembangunan Sarana Jaya hanya bertanggung jawab untuk membangun rusunami itu.

Rusunami DP 0 rupiah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, ini akan dibangun dalam 21 lantai yang terdiri dari 780 unit.

Sebanyak 780 unit itu dibagi dalam tiga tipe, yakni tipe studio 21, one bedroom tipe 24, dan two bedroom tipe 36.

"Sudah tersedia 780 unit dari total 21 lantai. Harganya bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Yoory.

Baca juga: Rusunami DP 0 Rupiah Terdiri dari 3 Tipe Hunian, Paling Murah Rp 184 Juta

Harga tiap unit dijual mulai dari Rp 184 juta untuk yang tipe paling kecil hingga Rp 310 juta untuk two bedroom tipe 36.

Rencananya, rusunami DP 0 rupiah ini diluncurkan pada Jumat (12/10/2018) besok.


Terkini Lainnya

KPU Jakut: Ada 500 Pemilih Disabilitas di Jakarta Utara

KPU Jakut: Ada 500 Pemilih Disabilitas di Jakarta Utara

Megapolitan
Bareng Gus Sholah dan Yenny Wahid, Jokowi Ziarahi Makam Pendiri NU

Bareng Gus Sholah dan Yenny Wahid, Jokowi Ziarahi Makam Pendiri NU

Regional
Ganggu Arus Lalin, Satpol PP Segera Tertibkan PKL di Pasar Baru Bekasi

Ganggu Arus Lalin, Satpol PP Segera Tertibkan PKL di Pasar Baru Bekasi

Megapolitan
Diperiksa 4 Jam, Nella Kharisma Dicecar 30 Pertanyaan Seputar Endorse Kosmetik Oplosan

Diperiksa 4 Jam, Nella Kharisma Dicecar 30 Pertanyaan Seputar Endorse Kosmetik Oplosan

Regional
Gerindra DKI: Yang Dilakukan Anies Itu Salam Jempol Telunjuk

Gerindra DKI: Yang Dilakukan Anies Itu Salam Jempol Telunjuk

Megapolitan
Sedang Main di Dapur, Bocah 3 Tahun Tewas Diterkam Macan Tutul

Sedang Main di Dapur, Bocah 3 Tahun Tewas Diterkam Macan Tutul

Internasional
2.528 Penyelenggara Pemilu Dilaporkan Langgar Kode Etik Sepanjang 2018

2.528 Penyelenggara Pemilu Dilaporkan Langgar Kode Etik Sepanjang 2018

Nasional
Warga Rengasdengklok Protes Penimbunan Limbah Radioaktif di Dekat Tanggul Citarum

Warga Rengasdengklok Protes Penimbunan Limbah Radioaktif di Dekat Tanggul Citarum

Regional
Ganjil-Genap di DKI Mau Diperpanjang, Dishub Tunggu Masukan Masyarakat

Ganjil-Genap di DKI Mau Diperpanjang, Dishub Tunggu Masukan Masyarakat

Megapolitan
Wapres Kalla Nilai Polemik E-KTP Tak Ganggu Pemilu

Wapres Kalla Nilai Polemik E-KTP Tak Ganggu Pemilu

Nasional
Politisi Gerindra: Saya Lihat di Medsos, Pak Jokowi Hadir ke Mana-mana Itu Sepi...

Politisi Gerindra: Saya Lihat di Medsos, Pak Jokowi Hadir ke Mana-mana Itu Sepi...

Nasional
Belanda akan Larang Perdagangan Gading Mentah Mulai Maret 2019

Belanda akan Larang Perdagangan Gading Mentah Mulai Maret 2019

Internasional
Ridwan Kamil Sebut Bayar Pajak Kendaraan Bisa di Retail dan 'Marketplace'

Ridwan Kamil Sebut Bayar Pajak Kendaraan Bisa di Retail dan "Marketplace"

Regional
Soal Pengusutan Kasus Perusakan Atribut Demokrat, Ini Kata Polri

Soal Pengusutan Kasus Perusakan Atribut Demokrat, Ini Kata Polri

Nasional
Sudah 93 Persen dari Target, Pemkot Bekasi 'Jemput Bola' Rekam e-KTP

Sudah 93 Persen dari Target, Pemkot Bekasi "Jemput Bola" Rekam e-KTP

Megapolitan

Close Ads X