Viral, Video Polisi Disebut Jual Tiket Pertandingan Asian Para Games

Kompas.com - 11/10/2018, 17:46 WIB
Seorang pengguna Instagram menunggah video yang menampilakn seorang bersegaram polisi memegang sejumlah lembar kertas. Pengunggah video itu menyebutkan, pria berseragam polisi itu hendak menjual tiket pertandingan Asian Para Games 2018 kepadanya di Gelora Bung Karno (GBK,Jakarta, Kamis (11/10/2018). InstagramSeorang pengguna Instagram menunggah video yang menampilakn seorang bersegaram polisi memegang sejumlah lembar kertas. Pengunggah video itu menyebutkan, pria berseragam polisi itu hendak menjual tiket pertandingan Asian Para Games 2018 kepadanya di Gelora Bung Karno (GBK,Jakarta, Kamis (11/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota kepolisian disebut menjual tiket pertandingan basket Asian Para Games 2018 ke calon penonton di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (11/10/2018). Aksi polisi itu terekam video dan video itu telah diunggah di Instagran oleh akun @augiefantinus. 

"Gak boleh, Pak. Bapak polisi gak boleh jualan tiket. Malah tadi nanyain, nawarin ke saya," kata Augie, pemilik akun Instagram itu, dalam video tersebut.

Berdasarkan keterangan pada unggahan video itu, polisi itu sedang bertugas di arena pertandingan basket. Ia hendak menjual tiket kepada pemilik akun @augiefantinus.

"Memalukan!!! Ini hari pertama gua ke GBK untuk support Timnas Basket Kursi Roda INDONESIA @jakartaswift.basketball di @asianpg2018....Bangga senang terharu sama antusias penonton yang penuh FULL HOUSE di lapangan basket senayan," bunyi keterangan video tersebut.

"Bahkan gue pun beli tiket bersama coach @hermanto1978 dan ngantri panjang untuk masuk ke dalam lapangan. Tapi gue kecewa dan emosi dengan kejadian ini! Polisi yang seharusnya tugas menjaga dan melayani masyarakat justru oknum polisi jadi calo. Ini Oknum! Pantaskah! Biar masyarakat yang menilai. Saya melakukan ini karena saya cinta Indonesia," lanjut keterangan pada video itu.

 

Augie mengatakan, kejadian itu terjadi Kamis sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu tiket pertandingan basket sudah habis.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Memalukan!!! ???????????????? Ini hari pertama gua ke GBK untuk suppprt Timnas Basket Kursi Roda INDONESIA @jakartaswift.basketball di @asianpg2018 ... Bangga seneng terharu sama antusias penonton yang penuh FULL HOUSE di lapangan basket senayan.... Bahkan gua pun beli tiket bersama coach @hermanto1978 dan ngantri panjang untuk masuk ke dalam lapangan..... TAPI gua KECEWA dan EMOSI dengan kejadian ini!!!! Polisi yg seharusnya tugas MENJAGA dan MELAYANI masyarakat justru OKNUM POLISI INI jadi CALO!! Ini OKNUM!! Pantaskah! Biar masyarakat yg menilai.... Saya melakukan ini karena saya cinta Indonesia!! ???????????????????????????????????????? @asianpg2018 @kemenpora @nahrawi_imam @inapgoc @jokowi

A post shared by Augie Fantinus Wiyana (@augiefantinus) on Oct 11, 2018 at 12:23am PDT

"Tiketnya habis karena sudah penuh, terus saya bilang please boleh gak saya beli. Pas ngomong gitu terus tiba-tiba polisi di sebelah nawarin," ujar Augie saat ditemui di Lapangan Basket Hall, Gelora Bung Karno (GBK).

Baca juga: Tiket Closing Ceremony Asian Para Games 2018 Sudah Bisa Didapatkan Online, Ini Harganya

Augie tidak mengetahui kategori tiket yang ditawarkan polisi tersebut. Ia mengunggah video tersebut ke Instagram karena kecewa terhadap tindakan polisi itu.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu membenarkan orang dalam video tersebut adalah anggota kepolisian. Namun, Roma menjelaskan aparat kepolisian itu tidak berniat menjual tiket pertandingan. 

"Itu bukan calo ya. Setelah saya cek, dia mau refund tiket yang dia beli. Kalau calo kok anggota saya mau refund ke ticket box, bukan untuk ditawarkan ke penonton. Saya tegaskan tidak benar. Kita lagi cari tahu pemilik akun Instagram tersebut untuk kami klarifikasi," kata Roma.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sederet Dampak Kerumunan Rizieq Shihab, Pejabat Dicopot hingga Lonjakan Covid-19

Sederet Dampak Kerumunan Rizieq Shihab, Pejabat Dicopot hingga Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dirut RS Ummi Beberkan Alasan Rizieq Shihab Pulang dari RS dan Mengapa Pilih Lewat Pintu Belakang

Dirut RS Ummi Beberkan Alasan Rizieq Shihab Pulang dari RS dan Mengapa Pilih Lewat Pintu Belakang

Megapolitan
Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Megapolitan
Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Megapolitan
Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Megapolitan
Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Megapolitan
Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Megapolitan
DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

Megapolitan
Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Megapolitan
Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Megapolitan
Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X