Polisi Sita 36,5 Kg Ganja yang Peredarannya Dikendalikan Napi

Kompas.com - 11/10/2018, 18:33 WIB
Sebanyak 36,5 kilogram ganja dan 2 gram sabu disita Polres Metro Bekasi dari lima pengedar di Kabupaten Bekasi.KOMPAS.com/-DEAN PAHREVI Sebanyak 36,5 kilogram ganja dan 2 gram sabu disita Polres Metro Bekasi dari lima pengedar di Kabupaten Bekasi.

BEKASI, KOMPAS.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi menyita 36,5 kilogram ganja dari lima pengedar di Jalan Toyo Giri, Desa Jati Mulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kota Bekasi dan di depan Sekolah Ananda, Duren Jaya, Kota Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma Kumara mengatakan, penyitaan itu berawal dari laporan masyarakat. Polisi pada Jumat (5/10/2018) kemudian melakukan penyelidikan ke lokasi-lokasi yang dilaporkan masyarakat itu.

"Berawal dari penangkapan tersangka S, dari tangannya kami temukan sabu seberat 2 gram," kata Candra di Mapolres Metro Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kamis (11/10/2018).

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah S yang berada di Gang Poncol, Kelurahan Jati Mulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Di rumah S, polisi menemukan sejumlah bungkusan yang berisi ganja dengan total berat 32 kilogram.


Baca juga: Polisi Bekuk 3 Pengedar Ganja dan Pil Ekstasi di Bekasi

Candra menambahkan, dari interogasi terhadap S, Ganja tersebut diketahui dan diambil di sebuah kantor jasa pengiriman barang di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Ternyata semua ini dikomandani orang yang berada di dalam lapas (lembaga permasyarakatan). Sudah kami mintai keterangan. Dikendalikan oleh bandar di Lapas Cipayung berinisial ES. Kami sudah tangkap sebelumnya," tambah Candra.

Polisi langsung mendatangi Lapas Cipayung untuk menginterogasi ES. Berdasarkan keterangan ES, ganja didapat dari PD di Lapas Raja Basa Lampung. Pengiriman ganja juga dilakukan melalui jasa pengiriman barang.

"Sebagian sudah dijual melalui kaki tangan tersangka lainnya berinisial S alias Cakil sebanyak 11 kilogram," ujar Candra.

Polisi lalu menangkap Cakil. Dari tangan Cakil polisi mendapatkan 4,5 kilogram ganja.

Selain Cakil dan S, polisi juga mengamankan AS, KAI, dan IAR yang merupakan kaki tangan Cakil. Satu tersangka lain, yaitu PD, masih diburu polisi.

Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian antara lain, dua buah paket sabu seberat dua gram dan 36,5 kilogram ganja kering.

Kelima tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 dan pasal 111 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sindikat Penipu yang Jual Apartemen Fiktif di Ciputat Berhubungan Keluarga

Sindikat Penipu yang Jual Apartemen Fiktif di Ciputat Berhubungan Keluarga

Megapolitan
Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Megapolitan
Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Megapolitan
Uang Pelicin di Balik Alasan Kampus Jadi Surganya Bandar Narkoba

Uang Pelicin di Balik Alasan Kampus Jadi Surganya Bandar Narkoba

Megapolitan
Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Megapolitan
Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Megapolitan
Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Megapolitan
Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Megapolitan
Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Megapolitan
Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Megapolitan
Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Megapolitan
KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

Megapolitan
Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Megapolitan
Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Megapolitan
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X