Polisi Ungkap Toko Miras Oplosan Berkedok Toko Jamu di Bekasi

Kompas.com - 11/10/2018, 21:28 WIB
Minuman keras (miras) oplosan disita Polres Metro Bekasi dari empat tersangka penjual dan peracik miras di Kabupaten Bekasi, Kamis (11/10/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVIMinuman keras (miras) oplosan disita Polres Metro Bekasi dari empat tersangka penjual dan peracik miras di Kabupaten Bekasi, Kamis (11/10/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Satuan Polres Metro Bekasi mengungkap kasus penjualan minuman keras (miras) oplosan di Jalan Raya Karang Satria, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (4/10/2018).

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma Kumara mengatakan, pengungkapan penjualan miras oplosan itu berawal dari informasi masyarakat.

Dalam penggeledahan toko jamu yang jual miras oplosan itu, polisi menangkap empat tersangka pelaku yang meracik miras serta menjualnya. Keempat tersangka berinisial AP, EMP, FW, dan AR.


"Para tersangka sudah membuat dan menjual miras oplosan selama satu tahun. Pembuatannya itu manual, mengoplos bahan-bahan dimasukan ke ember lalu diaduk dan setelah itu dimasukkan ke plastik ukuran besar," ujar Candra.


Para tersangka menjual miras oplosan dalam plastik besar seharga Rp 30.000 perbungkus dan plastik sedang seharga Rp 20.000 perbungkus.

Barang bukti yang diamankan polisi antara lain, 52 plastik miras berukuran besar, 13 plastik berukuran sedang, 18 bungkus alkohol, 11 botol coca-cola, 12 botol perasa, dan uang tunai sebesar Rp 466.000.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 204 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai Pos Indonesia di Bekasi Mengaku Jadi Korban Penggelapan Uang Simpanan di Koperasi

Pegawai Pos Indonesia di Bekasi Mengaku Jadi Korban Penggelapan Uang Simpanan di Koperasi

Megapolitan
Ombudsman: Apjatel Harus Turunkan Kabel Udara di 27 Lokasi Sebelum Dipotong Pemprov DKI

Ombudsman: Apjatel Harus Turunkan Kabel Udara di 27 Lokasi Sebelum Dipotong Pemprov DKI

Megapolitan
Jelang Demo Mahasiswa, Jalan Sekitar Istana Negara Ditutup

Jelang Demo Mahasiswa, Jalan Sekitar Istana Negara Ditutup

Megapolitan
Motto Ora Et Labora August Parengkuan yang Selalu Dikenang

Motto Ora Et Labora August Parengkuan yang Selalu Dikenang

Megapolitan
Masih Dicetak, Pemkot Jakut Baru Akan Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf Tiga Hari Lagi

Masih Dicetak, Pemkot Jakut Baru Akan Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf Tiga Hari Lagi

Megapolitan
Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Mayat Bayi yang Ditemukan di Kali

Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Mayat Bayi yang Ditemukan di Kali

Megapolitan
Taruna Politeknik Negeri Imigrasi Depok Tewas saat Latihan Drumband

Taruna Politeknik Negeri Imigrasi Depok Tewas saat Latihan Drumband

Megapolitan
Marah Pacarnya Digoda, Pemuda Ini Ajak Teman-temannya Keroyok Pelaku

Marah Pacarnya Digoda, Pemuda Ini Ajak Teman-temannya Keroyok Pelaku

Megapolitan
Viral Keberadaan Cross Hijaber, DMI Jakarta Utara Imbau Pengurus Masjid Lebih Waspada

Viral Keberadaan Cross Hijaber, DMI Jakarta Utara Imbau Pengurus Masjid Lebih Waspada

Megapolitan
Mimpi Ridwan Kamil Menyulap Wajah Kalimalang

Mimpi Ridwan Kamil Menyulap Wajah Kalimalang

Megapolitan
Pesepeda Tewas Ditabrak Bus Damri di Bandara Soekarno-Hatta

Pesepeda Tewas Ditabrak Bus Damri di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Operasi Zebra Jaya Dimulai 23 Oktober, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Operasi Zebra Jaya Dimulai 23 Oktober, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Megapolitan
Putri Parengkuan: Kompas merupakan Second Home Ayah

Putri Parengkuan: Kompas merupakan Second Home Ayah

Megapolitan
Jadi Ajudan Ma'ruf Amin, Kapolres Kota Tangerang Kombes Sabilul Alif Dikenal Inovatif

Jadi Ajudan Ma'ruf Amin, Kapolres Kota Tangerang Kombes Sabilul Alif Dikenal Inovatif

Megapolitan
Jokowi-Ma'ruf Resmi Menjabat, Kantor Pemerintahan Masih Pasang Foto Jokowi-Jusuf Kalla

Jokowi-Ma'ruf Resmi Menjabat, Kantor Pemerintahan Masih Pasang Foto Jokowi-Jusuf Kalla

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X