Tewaskan Siswa SMK di Jaksel, Alumni SMAN 32 Dalang Tawuran Akhirnya Ditangkap - Kompas.com

Tewaskan Siswa SMK di Jaksel, Alumni SMAN 32 Dalang Tawuran Akhirnya Ditangkap

Kompas.com - 12/10/2018, 11:53 WIB
Ilustrasi.Thinkstock Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - IA, alumni SMAN 32, dalang tawuran yang menewaskan pelajar SMK Muhammadiyah 15 Slipi akhirnya ditangkap polisi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Steven Tamuntuan mengatakan, IA ditangkap Jumat (12/102018) di Malang, Jawa Timur.

"Pelaku utama kasus tawuran anak sekolah SMA 32 dan SMK Muhammadiyah 15 atas nama IA telah tertangkap. Lokasi penangkapan di Malang, Jawa Timur," kata Steven dalam keterangan tertulis, Jumat siang.

Baca juga: Polisi Minta Alumni SMAN 32 Dalang Tawuran di Kebayoran Menyerahkan Diri

Dari Malang, IA dibawa ke Jakarta untuk diperiksa di Mapolrestro Jakarta Selatan.

Penyidik bakal menggali keterangan soal peran IA dalam tawuran itu.

"Tim baru tiba di mako dan langsung diperiksa intensif," ujar Steven.

Baca juga: Polisi Masih Buru Dalang Tawuran yang Tewaskan Pelajar SMK di Jaksel

IA merupakan alumni SMAN 32 yang mengajak adik-adik kelasnya atau Geng Sparatiz untuk tawuran.

Geng Sparatiz tawuran dengan Geng Redlebbels dari SMK Muhammadiyah 15 Jakarta Selatan, di Jalan R Soepeno, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 1 September 2018 dini hari.

Sebelum tawuran, IA memimpin rekan-rekannya berkumpul terlebih dahulu di sebuah lokasi yang disebut "Gusdon" (Gusuran Donat atau SMPN 267 Jakarta) untuk mempersiapkan senjata tajam.

Baca juga: Kronologi Tawuran Pelajar di Kebayoran Lama yang Tewaskan 1 Pelajar

Mereka kemudian arak-arakan ke Permata Hijau untuk tawuran.

Tawuran tersebut memakan korban tewas berinisial AH yang merupakan anggota Geng Redlabbels.

Para anggota Geng Sparatiz kabur saat AH tergeletak di Jalan.

Kesepuluh pelaku yang telah tertangkap adalah F (19), RP (17), MR (16), SBR (16), ES (16), ASD (16), MFH (16), MR (17), DA (16), dan GM (16). 


Terkini Lainnya

Kata Pejalan Kaki soal JPO Dukuh Atas yang Atapnya Bolong-bolong

Kata Pejalan Kaki soal JPO Dukuh Atas yang Atapnya Bolong-bolong

Megapolitan
Terungkap! 11 Mayat yang Ditemukan di Selat Malaka Korban Kapal Tenggelam

Terungkap! 11 Mayat yang Ditemukan di Selat Malaka Korban Kapal Tenggelam

Regional
Eril Dardak, Adik Bupati Trenggalek Emil Dardak, Meninggal Dunia di Bandung

Eril Dardak, Adik Bupati Trenggalek Emil Dardak, Meninggal Dunia di Bandung

Regional
Yusril Sebut KPU Ngawur karena Minta OSO Mundur dari Hanura

Yusril Sebut KPU Ngawur karena Minta OSO Mundur dari Hanura

Nasional
Renang dari Jepang ke Hawaii, Pria Ini Temukan Plastik di Laut Tiap 3 Menit

Renang dari Jepang ke Hawaii, Pria Ini Temukan Plastik di Laut Tiap 3 Menit

Internasional
Tol Penahan Banjir Rob di Semarang Dibangun 2019

Tol Penahan Banjir Rob di Semarang Dibangun 2019

Regional
Nenek Tiri Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal Dunia

Nenek Tiri Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal Dunia

Internasional
Peran 'AI' dan 'Learning Machine' bagi 'Market Place'

Peran "AI" dan "Learning Machine" bagi "Market Place"

Edukasi
Curhat Suporter Saat Sriwijaya FC Terdegradasi: Patah Hati hingga Minta Manajemen Dirombak

Curhat Suporter Saat Sriwijaya FC Terdegradasi: Patah Hati hingga Minta Manajemen Dirombak

Regional
Topik soal Ekonomi, Pendidikan, Korupsi, serta Kerukunan Dinilai Penting Jadi Topik Debat Pilpres

Topik soal Ekonomi, Pendidikan, Korupsi, serta Kerukunan Dinilai Penting Jadi Topik Debat Pilpres

Nasional
Kontemplasi Demokrasi

Kontemplasi Demokrasi

Nasional
Pemkot Depok Gelar 'Job Fair', 40 Perusahaan Tawarkan 2.000 Lowongan Pekerjaan

Pemkot Depok Gelar "Job Fair", 40 Perusahaan Tawarkan 2.000 Lowongan Pekerjaan

Megapolitan
Kisah Risma Saat Menerima Guangzhou Awards 2018, Cerita tentang Sampah hingga Pentingnya Waduk

Kisah Risma Saat Menerima Guangzhou Awards 2018, Cerita tentang Sampah hingga Pentingnya Waduk

Regional
2 Anggota TNI yang Ditembak KKB Belum Dievakuasi dari Nduga Papua karena Cuaca Buruk

2 Anggota TNI yang Ditembak KKB Belum Dievakuasi dari Nduga Papua karena Cuaca Buruk

Regional
Wapres Kalla Minta Menag Pangkas Daftar Tunggu Haji

Wapres Kalla Minta Menag Pangkas Daftar Tunggu Haji

Nasional

Close Ads X