Guru SMAN 87 yang Diduga Beri Doktrin Anti-Jokowi Berstatus PNS

Kompas.com - 12/10/2018, 16:15 WIB
SMAN 87 JakartaKOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR SMAN 87 Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ari Budiman mengatakan, guru SMAN 87 Jakarta berinisial NK yang diduga telah memberi doktrin anti Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para siswanya, bukan guru honorer. Status NK adalah pegawai negeri sipil (PNS).

"Dia PNS, dia mengajar agama Islam, PNS di SMA Negeri 87," kata Ari ketika dihubungi, Jumat (12/10/2018).

Ari mengatakan, saat ini Inspektorat DKI Jakarta sedang memeriksa NK. Sejauh ini, NK belum terbukti melakukan doktrin terhadap siswa untuk anti terhadap Jokowi.

Namun jika terbukti, Ari mengatakan Inspektorat akan menjatuhkan sanksi. Sanksi paling berat adalah pemberhentian sebagai PNS.


Baca juga: Kronologi Pelaporan Guru SMAN 87 yang Diduga Doktrin Anti-Jokowi

"Tapi ini kan belum tahu karena prosesnya belum dilihat terbukti atau tidaknya. Makanya saya belum berani sampaikan seperti apa sanksinya, kita harus tunggu," ujar Ari.

Saat ini, NK telah non-aktif sebagai guru di SMA Negeri 87. Ari mengatakan non-aktif bukan berarti NK diberhentikan dari profesinya.

"Hanya sementara saja tidak diaktifkan sambil menunggu proses konfirmasi dari Inspektorat," kata dia.

Kasus ini bermula dari keluhan seorang orangtua murid yang viral di media sosial. Orangtua itu mengeluhkan, anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan NK lalu ditunjukkan video tentang gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

Kepada para siswa NK mengatakan, korban gempa dan tsunami di Sulawsi Tengah banyak karena ulah Jokowi.

Baca juga: Bawaslu dan Sekolah Minta Klarifikasi Pelapor Guru SMAN 87 yang Diduga Doktrin Anti-Jokowi

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X