Warga Johar Baru Ditemukan Tak Sadarkan Diri dengan Kaki dan Tangan Terikat

Kompas.com - 14/10/2018, 12:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Johar Baru, Phang Sui Kim, ditemukan terikat dengan lakban di dalam rumahnya yang berada di Jalan Kampung Rawa Sawah, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).

Kanit Reskrim Polsek Johar Baru Iptu M Rasid mengatakan, dugaan sementara, Kim dirampok dan diikat di dalam rumah.

"Katanya seperti itu (dirampok), tapi masih kami selidiki terus," ujar Rasyid saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (14/10/2018).

Dari keterangan anak Kim, Edy, sekitar pukul 23.30 WIB, Edy tiba di rumah. Edy melihat pagar tertutup sementara pintu rumah terbuka. Saat masuk ke dalam rumah, Edy melihat ayahnya tergeletak di lantai dengan kaki, tangan dan mulut terikat lakban.

Saat itu Kim tidak sadarkan diri. Setelah membuka ikatan Kim, Edy bergegas keluar rumah dan meminta pertolongan warga sekitar. Warga kemudian memanggil polisi dan melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Rasyid mengatakan, Kim mengaku kehilangan uang Rp 21,3 juta dari kejadian itu. Terkait wajah pelaku, Kim mengaku tidak tahu karena tiba-tiba diseragap dari belakang.

"Korbannya tidak apa-apa, tidak ada luka apa-apa. Memang diikat, tapi lakbannya cuma selembar gitu. Kalau ngakunya dia enggak ngeliat (pelaku) karena dari belakang," ujar Rasyid.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prihatin dengan Kejadian yang Menimpa Wiranto, Kivlan Zen Kirim Bunga

Prihatin dengan Kejadian yang Menimpa Wiranto, Kivlan Zen Kirim Bunga

Megapolitan
Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

Megapolitan
Anies: Kampung Melayu Masih Banjir padahal Sungai Sudah Dinormalisasi

Anies: Kampung Melayu Masih Banjir padahal Sungai Sudah Dinormalisasi

Megapolitan
Kampung Akuarium Akan Dibangun Terintegrasi dengan Kawasan Cagar Budaya

Kampung Akuarium Akan Dibangun Terintegrasi dengan Kawasan Cagar Budaya

Megapolitan
Kilas Balik Bus Transjakarta Zhong Tong yang Bermasalah Era Ahok

Kilas Balik Bus Transjakarta Zhong Tong yang Bermasalah Era Ahok

Megapolitan
2 Tahun Kepemimpinan Anies, Rumah DP Rp 0 Dibangun 780 Unit dari Target 232 Ribu Hunian

2 Tahun Kepemimpinan Anies, Rumah DP Rp 0 Dibangun 780 Unit dari Target 232 Ribu Hunian

Megapolitan
Keluarga Minta Doa agar Wiranto Cepat Sembuh

Keluarga Minta Doa agar Wiranto Cepat Sembuh

Megapolitan
2 Tahun Jadi Gubernur, Anies Sebut Pengguna Transportasi Umum di DKI Meningkat

2 Tahun Jadi Gubernur, Anies Sebut Pengguna Transportasi Umum di DKI Meningkat

Megapolitan
Kapal yang Terbalik di Dermaga 210 Tanjung Priok Sudah Dievakuasi

Kapal yang Terbalik di Dermaga 210 Tanjung Priok Sudah Dievakuasi

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Saat Hindari Pohon Tumbang

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Saat Hindari Pohon Tumbang

Megapolitan
Kondisi Kendaraan Tidak Prima, Truk Trailer Tabrak Pembatas Tol Kemayoran

Kondisi Kendaraan Tidak Prima, Truk Trailer Tabrak Pembatas Tol Kemayoran

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Penjual Materai Daur Ulang di Tangsel

Polisi Tangkap Komplotan Penjual Materai Daur Ulang di Tangsel

Megapolitan
Polda Metro Jaya Persilakan Dua Mahasiswa Unkris Buat Laporan jika Dirugikan Oknum Polisi

Polda Metro Jaya Persilakan Dua Mahasiswa Unkris Buat Laporan jika Dirugikan Oknum Polisi

Megapolitan
Baru Tas yang Ditemukan dari Awak Kapal yang Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Priok

Baru Tas yang Ditemukan dari Awak Kapal yang Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Priok

Megapolitan
Sudah Sebulan, Atap SLB Bundaku Bekasi Roboh

Sudah Sebulan, Atap SLB Bundaku Bekasi Roboh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X