Proyek "Flyover" Rawa Panjang dan Cipendawa Terancam Tertunda jika Tak Dibantu DKI

Kompas.com - 14/10/2018, 21:20 WIB
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada awak media di Rumah Sakit Global Awal Bros, Jalan KH. Noer Ali, Kota Bekasi, Kamis (27/9/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVIWakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada awak media di Rumah Sakit Global Awal Bros, Jalan KH. Noer Ali, Kota Bekasi, Kamis (27/9/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, jika Pemprov DKI Jakarta tidak memberi dana bantuan tambahan untuk pembangunan flyover Rawa Panjang dan Cipendawa, maka proyek tersebut terpaksa tertunda pembangunannya.

Hal itu dikatakan Tri sebab pembangunan dua flyover yang membutuhkan biaya hampir Rp 1 triliun itu tidak bisa mengandalkan Anggaran Perbelanjaan Daerah (APBD) Kota Bekasi saja.

"Betul (akan tertunda), jadi ya tidak bisa dikerjakan tahun ini, gitu," singkat Tri, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/10/2018).

Sebelumnya, proyek pembangunan dua flyover tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2020.

Baca juga: Pemkot Bekasi Harap DKI Tak Hanya Beri Kompensasi untuk Bantargebang, tetapi...

Proyek flyover Rawa Panjang nantinya akan menghubungkan Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan Jalan Raya Narogong.

Sedangkan flyover Cipendawa akan menghubungkan Jalan Raya Cipendawa dan Jalan Raya Narogong.

Padahal, apabila rampung, Tri menyatakan flyover itu akan memperlancar akses truk sampah DKI Jakarta menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Dulu kan filosofinya gitu, dia (Truk DKI) boleh lewat Bekasi Barat, dari pagi sampai sore. Tapi, kita buat jalan itu lebih lancar seperti itu lah. Jadi, sampah itu tidak perlu berhenti di Bekasi lah, tidak perlu berhenti di lampu merah Rawa Panjang. Jadi, bisa langsung ke TPA jadi saling menguntungkan kan," tambah Tri.

Tri menyayangkan bila proyek pembangunan dua flyover tersebut harus tertunda.

Baca juga: Jika Hibah Tak Cair, Pemkot Bekasi Ancam Larang Truk Sampah DKI Melintas 

Diketahui, proyek dua flyover tersebut saat ini masih berjalan dengan sokongan dana dari APBD Kota Bekasi dan sisaan dana hibah Pemprov DKI era Gubernur Basuki Tjahja Purnama.

Tri berharap, Pemprov DKI bisa cepat memberikan dana hibah kepada Pemkot Bekasi untuk memperlancar pembangunan dua flyover tersebut.

"Kan banyak itu zamannya Pak Ahok bikin jalan yang di Komsen itu kan dana DKI semua. Artinya, perhatiannya luar biasa lah. Tapi, sekarang ini Pak Anies sudah dari kemarin miss ya, setahun ya kita pikir karena bukan perencanaannya beliau, tapi kan yang sekarang pun kelihatannya juga tidak ada gitu loh tanda-tanda untuk membantu kita," pungkas Tri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis akibat Covid-19, 73 Perusahaan di Kota Tangerang PHK 8.282 Karyawan

Krisis akibat Covid-19, 73 Perusahaan di Kota Tangerang PHK 8.282 Karyawan

Megapolitan
Ilham Bintang Salahkan Indosat dalam Kasus Pembobolan Rekeningnya

Ilham Bintang Salahkan Indosat dalam Kasus Pembobolan Rekeningnya

Megapolitan
Ilham Bintang Sempat Lapor Polisi Melbourne karena Duga Pembobol Rekeningnya Sindikat Internasional

Ilham Bintang Sempat Lapor Polisi Melbourne karena Duga Pembobol Rekeningnya Sindikat Internasional

Megapolitan
Dinkes Bantah Temuan di TPA Sumur Batu adalah Limbah Medis

Dinkes Bantah Temuan di TPA Sumur Batu adalah Limbah Medis

Megapolitan
Camat Sebut PPSU Pukul Anggota PJLP karena Tak Diberikan Video Rekaman

Camat Sebut PPSU Pukul Anggota PJLP karena Tak Diberikan Video Rekaman

Megapolitan
Anggota PPSU Perusak Kantor Satpel LH Mampang Tak dalam Kondisi Mabuk

Anggota PPSU Perusak Kantor Satpel LH Mampang Tak dalam Kondisi Mabuk

Megapolitan
PT MRT Jakarta hingga Jakpro Bakal Bentuk Perusahaan Patungan untuk Kelola Integrasi Tiket

PT MRT Jakarta hingga Jakpro Bakal Bentuk Perusahaan Patungan untuk Kelola Integrasi Tiket

Megapolitan
Update 8 Juli: Kasus Covid-19 di Jakarta Tambah 344, 54 di Antaranya WNI yang Pulang dari Luar Negeri

Update 8 Juli: Kasus Covid-19 di Jakarta Tambah 344, 54 di Antaranya WNI yang Pulang dari Luar Negeri

Megapolitan
Polisi Periksa 5 Saksi Peristiwa Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel di Tanah Abang

Polisi Periksa 5 Saksi Peristiwa Perempuan Lompat dari Lantai 13 Hotel di Tanah Abang

Megapolitan
Kronologi Ilham Bintang Kehilangan Ratusan Juta Rupiah akibat Pembobolan Rekening

Kronologi Ilham Bintang Kehilangan Ratusan Juta Rupiah akibat Pembobolan Rekening

Megapolitan
CFD Bekasi Kembali Digelar Pekan Ini, Pemkot Akan Rapid Test 500 Pengunjung

CFD Bekasi Kembali Digelar Pekan Ini, Pemkot Akan Rapid Test 500 Pengunjung

Megapolitan
PPSU Rusak Kantor Satpel Lingkungan Hidup Mampang Prapatan, Tiga Orang Luka-luka

PPSU Rusak Kantor Satpel Lingkungan Hidup Mampang Prapatan, Tiga Orang Luka-luka

Megapolitan
Hasil Swab Test Keluar, 30 Petugas Puskesmas Sukapura Dinyatakan Negatif Covid-19

Hasil Swab Test Keluar, 30 Petugas Puskesmas Sukapura Dinyatakan Negatif Covid-19

Megapolitan
Kesal karena Direkam Saat Berkaraoke, 6 Anggota PPSU Merusak Kantor Satpel Lingkungan Hidup Mampang

Kesal karena Direkam Saat Berkaraoke, 6 Anggota PPSU Merusak Kantor Satpel Lingkungan Hidup Mampang

Megapolitan
Depo MRT Fase 2B Bakal Dibangun di Ancol Barat, Butuh Anggaran Rp 1,5 Triliun

Depo MRT Fase 2B Bakal Dibangun di Ancol Barat, Butuh Anggaran Rp 1,5 Triliun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X