Antisipasi Musim Hujan, 6 Bangunan yang Berdiri di Atas Saluran Air Pekojan Dibongkar

Kompas.com - 15/10/2018, 13:17 WIB
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pekojan dan Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Tambora melakukan pemberihan saluran air di dekat lahan bangunan liar yang dibongkar di Gang Kepiting, RT 09 RW 05, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat pada Senin (15/10/2018). RIMA WAHYUNINGRUMPetugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pekojan dan Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Tambora melakukan pemberihan saluran air di dekat lahan bangunan liar yang dibongkar di Gang Kepiting, RT 09 RW 05, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat pada Senin (15/10/2018).


JAKARTA,KOMPAS.com - Sebanyak 6 bangunan yang berdiri di atas salurah air Gang Kepiting, RT 009 RW 005, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, dibongkar, Senin (15/10/2018).

Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo mengatakan, pembongkaran dilakukan untuk perapian bangunan dan antisipasi jelang musim penghujan.

"Jelang musim penghujan untuk menghindari genangan yang ada, semua saluran kita fungsikan kembali dan ini juga bagian dari tindak lanjut dari aduan masyarakat," kata Tri, di lokasi, Senin.

Dalam pembongkaran tersebut, pihaknya sekaligus menurunkan petugas untuk pembersihan saluran air.

Baca juga: Berdiri di Atas Saluran Air, Rumah Warga Gang Kepiting Pekojan Dibongkar

 

Adapun petugas yang diturunkan yakni Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pekojan dan Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Tambora.

Petugas PPSU ikut membantu dalam membersihkan material hasil pembongkaran seperti pecahan beton, seng, asbes dan besi-besi.

Sementara, petugas SDA mengangkut pecahan yang jatuh ke saluran sekaligus membersihkan saluran dari endapan-endapan tanah serta sampah.

Pembersihan dilakukan di saluran air sepanjang 300 meter hingga ke saluran penghubung yang berada di Jalan Bandengan Selatan.

Tri mengatakan, para penghuni membangun ruangan di atas saluran air sehingga terpaksa harus dibongkar.

Baca juga: Pedagang Pasar Jambon Cemas Dengar Kabar Lapaknya Akan Dibongkar

 

"Sebagian untuk fungsi rumah tinggal, ada juga dipakai untuk dapur dan kamar mandi, kemudian bahkan atas digunakan untuk tambahan kamar. Tapi, hari ini terpaksa kita harus bereskan," kata Tri.

Tri mengatakan telah melakukan sosialisasi kepada pemilik 6 rumah tersebut sebelum membongkar.

Pihaknya telah memberikan tiga kali surat peringatan yang akhirnya dilakukan pembongkaran.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Pulogadung

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Pulogadung

Megapolitan
Polisi Temukan Pisau dan Bercak Darah di Mobil Sopir Taksi Online yang Tewas di Bekasi

Polisi Temukan Pisau dan Bercak Darah di Mobil Sopir Taksi Online yang Tewas di Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Gempa di Jakarta Serasa 'Nyungsep' | Sawangan Kini Terbanyak Kasus Covid-19 di Depok

[POPULER JABODETABEK] Gempa di Jakarta Serasa "Nyungsep" | Sawangan Kini Terbanyak Kasus Covid-19 di Depok

Megapolitan
Hari Terakhir PPDB Jakarta hingga Pukul 15.00 WIB, Masih Ada Kursi Kosong di 115 SMAN

Hari Terakhir PPDB Jakarta hingga Pukul 15.00 WIB, Masih Ada Kursi Kosong di 115 SMAN

Megapolitan
Pro Kontra Keputusan Anies Izinkan Reklamasi Ancol di Mata Anggota DPRD DKI

Pro Kontra Keputusan Anies Izinkan Reklamasi Ancol di Mata Anggota DPRD DKI

Megapolitan
Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Megapolitan
UPDATE Grafik 7 Juli di Depok: Tambah 13 Kasus, 21 Pasien Sembuh

UPDATE Grafik 7 Juli di Depok: Tambah 13 Kasus, 21 Pasien Sembuh

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Hujan Siang dan Sore Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Hujan Siang dan Sore Nanti

Megapolitan
Pengunjung Top One Diminta Sembunyi Saat Digerebek, Dikunci di Ruangan Gelap dan Pengap

Pengunjung Top One Diminta Sembunyi Saat Digerebek, Dikunci di Ruangan Gelap dan Pengap

Megapolitan
PPDB Jakarta Tahap Akhir Sisakan 2.512 Kursi di 115 SMA Negeri, Ini Daftarnya

PPDB Jakarta Tahap Akhir Sisakan 2.512 Kursi di 115 SMA Negeri, Ini Daftarnya

Megapolitan
JPO GBK Dirusak Aksi Vandalisme

JPO GBK Dirusak Aksi Vandalisme

Megapolitan
Ojek Online Diizinkan Bawa Penumpang di Kota Bekasi Mulai Kamis Besok

Ojek Online Diizinkan Bawa Penumpang di Kota Bekasi Mulai Kamis Besok

Megapolitan
Politisi PAN Sebut Reklamasi Ancol Bisa Tambah Pendapatan Daerah

Politisi PAN Sebut Reklamasi Ancol Bisa Tambah Pendapatan Daerah

Megapolitan
PSBB Transisi, Anak Berusia di Bawah 5 Tahun dan Lansia Dilarang Nonton di Bioskop DKI

PSBB Transisi, Anak Berusia di Bawah 5 Tahun dan Lansia Dilarang Nonton di Bioskop DKI

Megapolitan
Update 7 Juli: 7 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Berjumlah 507

Update 7 Juli: 7 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Berjumlah 507

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X